Artikel pilihan

  1. maskuriyanto selalusederhanawae

    WAHAI ANAK ANAK BANGSA RENUNGKAN INI
    oleh Thomas Yanto pada 29 Oktober 2011 pukul 7:05 ·

    Camkan ini wahai anak bangsa!! Tak ada kemiskinan, ketertindasan dan kebodohan karena bumi yang kalian pijak kaya dan subur, kalian yang menyianyiakan. Kalian yang menggadaikan kebebasan pada jiwa-jiwa asing sehingga merasa terus tertindas. Kalian yang tidak menggunakan akal sehat dan pikiran yang jernih sehingga kebodohan bukan semata karena pendidikan, tapi akal yang gelap, pikiran yang kerdil, itulah yang utama dari kebodohan.

    Sekarang! Berbarislah wahai anak bangsa yang memang dipilih dan terpilih untuk berbuat benar dan wajar! Dalam barisan saling menasehati tanpa pilih kasih tapi saling mengasihi. Dengan ini maka pengkhianatan akan tersingkir dan orang-orang yang masuk dalam barisan ini adalah seleksi dari alam semesta, yang sayang dan selalu memberi kepada kaum dan bangsa ini. Jangan melangkah ragu dan setengah jiwa seperti sekarang ini!

    Contohnya, kita mengarah pada sistim demokrasi. Demokrasi yang mana? Apakah sesuai dengan jiwa bangsa ini? Jika demokrasi yang kita jalankan hanya di bidang politik berarti itu meniru demokrasi jiwa asing. Alat untuk mencapai tujuan bentuk dari suatu masyarakat tidak selalu dengan sistem demokrasi. Jangan jalankan demokrasi jiplakan dari jiwa asing! Ciptakan demokrasi yang ada dalam jiwa Nusantara, bukan hanya demokrasi politik tapi juga bidang ekonomi, sosial dan budaya. Demokrasi yang mengalir dalam jiwa bangsa ini.

    Demokrasi Indonesia bukan demokrasi asing. Kalian akan saksikan pada saat jiwa asing Amerika, Eropa, memaksakan kehendak demokrasi dengan berbagai tujuan kepada masyarakat Irak. Apa yang terjadi? Berpuluh-puluh tahun nasib bangsa Irak akan terombang-ambing karena demokrasi jiwa asing merasuki jiwa bangsa Irak dan tidak sesuai dengan jiwa masyarakatnya. Perang saudara akan membinasakan kaum Irak sendiri. Betapapun kejamnya seorang Saddam Hussein, ia lebih mengerti karakter dan jiwa bangsa Irak daripada negara Eropa atau Amerika. Untuk itulah Saddam Hussein dipilih alam semesta untuk memimpin bangsa Irak dengan jiwa dan karakter yang sesuai sebagai anak bangsa itu sendiri.

    Demokrasi jiplakan asing adalah demokrasi yang dalam bidang sejarah, ekonomi, masyarakat dan politik, adalah sekadar ideologi suatu masa atau satu periode saja. Sebelum adanya demokrasi Eropa barat dan Amerika, berjalan suatu sistem feodalisme. Artinya suatu pemerintahan yang ditentukan oleh Raja. Maka pada suatu ketika terjadi perubahan dalam alam pemikiran, alam penghidupan dan kehidupan masyarakat Eropa yang membawa perubahan pada alam ideologi masyarakatnya. Maka menjadi masyarakat yang materialis disebabkan karena kapitalisme yang sedang naik daun. Jadi sistem demokrasi ada karena kapitalisme yang sedang naik daun.

    Kita bukan masyarakat kapitalis, kita tidak menghendaki kapitalisme. Tetapi kita menghendaki yang sesuai dengan Sila dari Pancasila yang kelima, masyarakat ber-Keadilan Sosial. Tidak bisa menggunakan sistem demokrasi itu sebagai alat dalam masyarakat yang ber-Keadilan Sosial. Apakah kita sudah menjadi bentuk masyarakat yang hidup dalam materialisme dan kapitalisme?!

    Siapa yang menciptakan bentuk masyarakat seperti ini ? Pada saat kapitalisme naik daun maka di Eropa para buruh yang semakin terorganisir akan menuntut dan kekuasaan kaum buruh juga naik. Pada suatu saat secara alamiah pikiran politik dan sistem demokrasi akan membahayakan kaum kapitalis. Maka dengan adanya alasan dari kaum kapitalis bahwa sistem demokrasi tidak cocok diterapkan, maka kapitalisme mempergunakan fasisme. Tidak ada perlawanan buruh dalam parlemen. Tetapi kekuasaan ada di tangan diktator.

    Ini sekadar gambaran dari bentuk-bentuk masyarakat materialis karena faham kapitalisme, belajar dari sejarah materialisme. Dan produk dari kapitalisme melahirkan banyak cacat-cacat dalam sistem demokrasi jiwa asing atau jiplakan itu.

    Maka sebagai bangsa Indonesia yang memikul amanat penderitaan rakyat, memikul kewajiban untuk menyelenggarakan suatu masyarakat yang bukan masyarakat kapitalis tetapi masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera; cara berpikir ala demokrasi yang hanya di bidang politik saja harus ditinggalkan.

    Seluruh rakyat Indonesia meletakkan sesuatu di atas kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Maka demokrasi yang harus dijalankan adalah demokrasi Indonesia yang mempunyai kepribadian bangsa Indonesia. Jika tidak demikian maka kita tidak dapat menyelenggarakan apa yang menjadi amanat penderitaan dari rakyat itu sendiri.

    Demokrasi Indonesia bukan sebagai alat teknis seperti demokrasi jiwa asing. Tetapi sebagai suatu alam jiwa, pemikiran dan perasaan kita. Kita harus meletakkan alam jiwa, pemikiran dan perasaan kita di atas kepribadian kita sendiri, di atas penyelenggaraan cita-cita suatu masyarakat yang adil dan makmur, yang sudah jelas tidak bisa dengan demokrasi seperti cara sekarang ini. Kita jangan dibodohi oleh alam pemikiran yang bukan alam kepribadian bangsa kita sendiri.

    Suatu saat kalian akan menjadi saksi bahwa negara demokrasi asing akan runtuh. Pemberontakan kaum buruh akan meruntuhkan kekuasaan kaum kapitalis, maka tidak ada lagi demokrasi sebagai alat teknis semata. Semua akan kembali ke alam demokrasi manusia sesungguhnya yang tidak mau lagi dijadikan alat politik dari kaum kapitalis.

    Maka sangatlah mundur bangsa ini apabila memakai demokrasi sebagai alat kekuasaan teknis dalam bentuk masyarakat Indonesia yang sangat memegang prinsip rasa kekeluargaan dan gotong-royong. Jika sudah ada dalam jiwa masyarakat ini sifat rasa kekeluargaan dan gotong-royong, untuk apa lagi alat teknis yang namanya “demokrasi jiplakan”?!

    Sekali lagi belajarlah dari sejarah perjalanan bangsa kita sendiri yang berangkat dari budaya bangsa ini yang begitu toleran dan welas asih. Renungkanlah hal ini dalam diri masing-masing anak bangsa ini.

    Bangsa Indonesia adalah suatu “blue print” yang sempurna. Anak bangsa harus mengerti “blue print” ini sebagai kader-kader pembangunan. Tetapi belum engkau latih dirimu menjadi kader. Bukan sekadar kalian punya otak, itu harus diisi dengan pengetahuan. Seperti meng-“aku” : aku adalah insinyur, aku dokter, aku politikus, aku ahli hukum. Bukan sekadar itu yang diperlukan. Di samping pengetahuan teknis, anak bangsa sebagai kader harus mengerti “blue print” ini. Jiwamu harus menyatu dengan jiwa “blue print” ini. Jiwa kader-kader bangsa harus jiwa yang mempunyai kehendak dan tekad menyumbangkan tenaga dalam orkestra maha besar, rakyat Indonesia yang dua ratus juta lebih ini, agar dari jiwa “blue print” ini yang menyatu dengan jiwa kader-kader bangsa, terselenggara satu masyarakat adil, makmur, sejahtera sesuai dan sejalan dengan Panca Sila.

    Alam pemikiran Belanda sudah tidak ada, yang ada alam sekarang, alam kader-kader bangsa pemuda dan pemudi. Kaum muda jangan hanya menerima apa yang diajarkan. Tetapi mesti belajar berpikir bebas. Berpikir bebas bukan anti liberalisme. Berpikir bebas mengalami dan mengerti “blue print” ini. Berpikir dengan bebas untuk menatap ke depan, bagaimana aku sebagai kader bangsa menyumbangkan tenagaku untuk negaraku agar “blue print” masyarakat adil makmur sejahtera itu menjadi terwujud.

    Jangan isi otakmu dengan prasangka terhadap golongan ilmu dengan golongan ilmu lain. Kita membutuhkan pengalaman-pengalaman, kepintaran, kepandaian dalam segala bidang ilmu, “human skills”, “material investment”, “mental investment”, “technical” dan “managerial know how”. Kita harus melihat dan mengambil pengalaman-pengalaman dari bangsa-bangsa lain yang berguna dan bermanfaat tanpa prasangka buruk.

    Buang prasangka buruk, ambil yang baik dan manfaatkan yang baik untuk lekas bekerja menyusun konsep masyarakat adil, makmur, sejahtera. Jadilah kader-kader bangsa yang produktif. Ciptakan produktivitas dalam segala bidang : pertanian, perkebunan, kelautan, ekonomi dan lain-lain.

    Masyarakat petani harus produktif. Ciptakan padi unggul dengan sistem organik bukan dengan pupuk urea, sehingga tidak ada lagi impor beras. Ambil pengalaman negara-negara dan bangsa lain yang bermanfaat bagi pertanian sistem organik, juga dalam perkebunan dan kelautan. Contoh dalam bidang perkebunan : kita membeli tutup botol dari gabus dari Yunani atau India. Kenapa tidak membuat tutup botol dari karet? Apakah mesti ada pabrik besar untuk membuat tutup botol dari karet? Tidak! Setiap rumah di daerah perkebunan karet bisa membuat tutup botol dengan latex. Maka masyarakat di daerah yang banyak karet sudah produktif. Begitu juga dengan kelautan, banyak yang bisa dihasilkan dari masyarakat yang produktif mengolah hasil kelautan. Jangan jadi semboyan saja.

    Tiap-tiap kader bangsa menjadi manusia produktif. Maka dalam tempo dua, tiga tahun akan mencapai “moment” nyata, minimal di bidang pembangunan ekonomi masyarakat Indonesia yang produktif, bukan konsumeris dan materialis. Ambil ilmu dan pengetahuan dari luar untuk mengangkat dan menjadi nilai tambah dalam bidang-bidang yang diciptakan oleh produktivitas masyarakat luas.

    Wahai anak-anak bangsa Indonesia, jika engkau mengerti “blue print” masyarakat adil, makmur, sejahtera adalah amanat dari leluhurmu, amanat dari pejuang-pejuang bangsa yang telah mangkat lebih dahulu, yang telah banyak menelan penderitaan untuk bangsa Indonesia ini, maka engkau juga akan mengerti bahwa segenap rakyat Indonesia sangat menginginkan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan. Seperti gambar “blue print” yang kami, leluhurmu, telah mewariskan untukmu semua.

    Jika engkau hidup dalam “blue print” bangsa Indonesia ini, maka betapa leluhurmu akan berbahagia dalam alam keabadian, karena semua ini diwujudkan menjadi kenyataan. Tanggung-jawab tugas yang mulia ada pada kader-kader bangsa ini.

    Engkau akan melihat hari kemudian tanah air kita, bangsa itu cemerlang. Di tepi langit engkau melihat cahayanya. Kebesaran suatu bangsa, cahaya masyarakat adil, makmur dan sejahtera.

    Engkau, wahai kader bangsa, bukan hanya menjadi pupuk tapi engkau adalah bibit yang akan tumbuh subur dalam kalbumu, dalam dadamu, dalam jiwamu. Dan roh kalian bergelora tumbuh menjadi masyarakat baru. Bangkit dan tercapai segala cita-cita bangsa Indonesia yang jaya, bangsa yang besar.

    Majulah ! Sumbangkan bunga-bunga harum pada sanggul Ibu Pertiwi. Semua harus memberi sumbangsihnya kepada Ibu Pertiwi. Dibawah naungan “blue print” Panca Sila, kita agungkan Ibu Pertiwi, yaitu Tanah Air ini. Bumi Nusantara yang kaya raya ini. Jangan sia-siakan waktu, karena waktu adalah dirimu sendiri, wahai anak-anak bangsa !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: