Jokowi, Belajarlah dari Mourinho!

Antara Mourinho dan Jokowi, tak ada yang sama diantara mereka. Satu pelatih bola, satu calon gubernur DKI. Satu di Madrid, Spanyol sana, satunya lagi, entah lagi di Solo atau Jakarta sekarang. Temperamen keduanya pun beda seperti langit dan bumi, satu meledak-ledak, satu kalem.

Jose Mourinho, sesungguhnya saya tidak terlalu suka dengan sosok yang satu ini. Arogan, tinggi hati, kadang sangat kasar dan provokatif, tapi satu hal yang tak bisa dibantah setiap orang, dia jenius. Boleh jadi pelatih paling hebat, paling jenius di abad ini.

Ya, ada Fergie dengan MU-nya yang beberapa dasawarsa terakhir malang melintang menguasai jagad persepakbolaan Eropa, tapi Sir Alex cuma berkutat di satu klub saja. Sama juga dengan Pep Guardiola, salah satu pelatih yang didapuk terbaik dengan menjadikan Barcelona begitu dominan beberapa tahun terakhir. Banyak gelar yang telah diraihnya, tapi tetap saja lebih hebat Mou, karena “the special one” ini bisa meraih gelar-gelar itu di hampir semua tim yang ia tukangi. Tim berbeda pada setiap level Hal yang tak bisa dilakukan baik Ferguson atau pun Pep.

Mourinho, pelatih keras hati namun sangat dicintai pemain dan fans-nya. Lalu Jokowi, saya sudah mengatakan dari awal tak ada hubungannya. Cuma mau membandingkan bisa tidak hebatnya Jokowi menyamai sedikit kehebatan Mourinho pada tempat yang lain, utamanya menjelang Pilkada Jakarta.

Terlepas dari Jokowi bukan calon asli Jakarta tapi kehadirannya membawa atmosfer baru mungkin harapan baru bagi sebagian orang. Tentunya tanpa mengecilkan calon-calon lain. Saya memilih menulis dia saja karena nama kami sama di awal. Hihihihi.

Diantara para calon-calon itu, Jokowi mungkin yang paling banyak disorot, setelah memunculkan mobil Esemka. Terlepas dari apakah itu bagian strateginya juga karena mengincar posisi DKI 1. Tapi tak jadi soal, ia dianggap membawa kesegaran, pemimpin yang mengajar kita percaya diri dengan Indonesia. Esemka, adalah sesuatu yang luar biasa.

Tapi bukan cuma Esemka, di Solo, Jokowi telah membuktikan bahwa ia bisa membuat kota itu lebih baik, lebih berbudaya, lebih elok. Pemihakannya pun jelas, misalnya saat ia berani melawan kebijakan gubernur Jateng terkait pembangunan mall diatas bekas pabrik es di sana. Ya, kebijakan itu akan merusak perekonomian asyarakat kecil maka ia pun bersikeras menolak, walau dikatai bodoh oleh sang Gubernur. Jadi ketegaran dan pemihakannya bagi saya jelas. Belum hal lainnya, penertiban PKL dengan damai tanpa penggusuran adalah contoh lainnya.

Saya jadi ingat Tempo edisi khusus beberapa tahun lalu, ia dimasukkan kedalam beberapa bupati dan walikota yang dianggap berhasil mengelola kota dan daerahnya dengan sangat baik. Judul di sampul edisi khusus itu sangat inspiratif dan menyentak, “Sedikit Orang Baik di Negeri yang Luas”.

Nah Jakarta, tentu beda ya . Solo kota kecil, Jakarta Megapolitan. Dibandingkan Solo, kota ini gila kata salah seorang pengamat, tentunya dengan beragam masalahnya. Macet, banjir, kriminalitas dan banyak hal lainnya. Sangat kompleks juga. Makanya walau tak sama, saya suka mengatakan bisa tidak Jokowi itu kayak Mourinho yang tidak hanya jago di satu tempat saja.

Menjadi gubernur di Jakarta itu mungkin mirip sedikit dengan menjadi pelatih Madrid, ekspektasi fans sangat tinggi, pemainnya bintang semua, tidak juara adalah hal yang tak termaafkan. Mourihon, banyak orang mengataknnya hebat, karena ia bisa beradaptasi dengan hal itu, di Inter juga, atau saat di Chelsea. Kehadirannya pun selalu menjadi sorotan dengan perilaku dan perkataannya yang kadang nyinyir, tapi dia tetap hebat.

Pilkada masih jauh, tapi jika menang saja di Jakarta ia bisa, maka setidaknya saya harus mengangkat topi. Artinya di tempat dimana warganya sangat rasional berpikir, ia diterima, berikutnya adalah membuktikan bahwa ia tidak hanya memberi janji. Saya bukan pemilih di pilkada kali ini, cuma imigran temporer dari Makassar saja yang kebetulan tinggal sementara bersekolah di kota ini. Siapa pun yang terpilih mudah-mudahan mereka sama jagonya dengan Mourinho, dan Jakarta bisa lebih baik.

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on April 1, 2012, in copy paste 1 Apr 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: