Demokrasi Murah ala Jokowi

Jokowi memilih kampanye yang tak lazim dalam perpolitikan di Indonesia. bisa dibilang caranya berkampanye benar-benar keluar dari mainstream, sebagaimana yang selalu dilakukan oleh calon kepala daerah lain. Biasanya kampanye dilakukan dengan cara memasang baliho, poster, spanduk pada tempat strategis, tak peduli estetika bahkan beberapa malah merusak pemandangan dan terlihat kotor, ada pula yang merusak pohon dan taman. Banyaknya alat peraga dalam penyampaian visi dan misi serta mengenalkan calon ini menyebabkan dana kampanye membengkakak, maka munculah kesimpulan bahwa demokrasi itu mahal.

Pemahaman ini menyebabkan uang menjadi “tuhan” dalam berpolitik, untuk itu bahkan beberapa syarat yang diajukan partai unutk menyokong calon bupati/walikota/gubernur/presiden adalah mahar politik. Akhirnya demokrasi kita disandera oleh transaksi politik, bahkan jumlahnya tidak rasional antara pengeluaran menjadi calon pemimpin dengan gaji yang diterima selama memimpin menimbulkan spekulasi adanya upaya balik modal dengan korupsi, minimal balas jasa bagi penyokong kampanye baik dengan cara memberikan kekuasaan ataupun keuntungan material.

Tanpa mengecilkan potensi calon DKI-1 yang lain, saya melihat dari proses pemilihan Jokowi-Ahok oleh PDI-P dan Gerindra berbeda, Jokowi adalah pengusaha kaya raya sehingga selama memimpin Solo tidak pernah menerima gajinya, bahkan setiap kunjungan ke rumah-rumah warga disempatkan olehnya membawa kantung beras dan juga memberikan beberapa lembar uang dari kantong pribadinya. Sedangkan Ahok mengaku tak punya uang jika harus bertarung di DK-1, hartanya tidak seberapa dibanding biaya kampanye yang dibutuhkan dalam pertarungan di ibukota. Kesimpulan itu tentu tidak mutlak menunjukkan secara empiris bahwa mereka tidak membayar mahar kepada partai, tetapi cukup logis untuk mempercayai integritasnya.

Jokowi menyadari bahwa dirinya selalu dibayangi sorot media, apalagi Jakarta adalah mercusuarnya Indonesia, sehingga peluang memanfaatkan media untuk berkampanye lebih efektif dan hemat. Langkahnya dimulai dengan keputusan memilih kopaja ketika mendaftarkan diri, cara berpakaiannya pun dinilai nyentrik, menggunakan jeans dan kemeja kotak-kotak. Belakangan baru diketahui bahwa memilih baju tersebut bukan tanpa maksud, Jokowi hendak menjadikan kemaja kota-kotak simbol perjuangannya menuju DKI-1, selain itu juga kemeja keluar dari pakem kampanye. Biasanya calon membagi-bagikan kaos berwajah dirinya, tetapi Jokowi justru meminta calon pemilih membeli kemejanya, keuntungan yang didapatkan digunakan untuk membiayai kampanye

Alasan memilih berdagang kemeja untuk biaya kampanye seperti disampaikan Ahmad Muzani adalah sebagai bentuk tanggung jawab Jokowi terhadap rakyat, jika mereka dibiayai kampanye oleh orang/pengusaha dikhawatirkan dituntut balas jasa, tetapi jika yang membiaya rakyat maka Jokowi-Ahok akan membalas jasanya untuk rakyat, bukan hanya di Jakarta beberapa pedagang berpatungan membantu Jokowi, di Solo PKL yang direlokasi Jokowi sebagai ucapan terimakasih setiap hari menggelar saweran seikhlasnya demi membantu sang walikota yang bertarung di ibukota.

Tentu kita ingat bahwa cara Jokowi berkampanye seperti yang dilakukan Obama ketika mecalonkan menjadi presiden Amerika, selain membukan donasi melalui websitenya, obamya juga menjual mercendise yang keuntungannya digunakan untuk kampanye.

Jokowi-Ahok berjanji tidak akan menggunakan poster, spanduk dan baliho untuk berkampanye karena selain mahal, kampanye media massa lebih efektif maka yang perlu ditonjolkan adalah sikap politik, visi dan juga prestasinya.

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on April 5, 2012, in copy paste 5 Apr 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: