Mendambakan ‘Jokowi’ Aceh

Oleh: Joni Afrizal

SIKAP kepemimpinan Wali Kota Solo yang kini menjadi salah satu Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau yang akrab disapa dengan panggilan Jokowi, menjadi bahan perbincangan baik lokal maupun Nasional. Ini dikarenakan oleh berbagai gebrakan program kerjanya yang pro-rakyat. Hampir setiap hari, profil kepala daerah yang berpenampilan sederhana itu menghiasi halaman depan media cetak, elektronik maupun media online.

Alangkah baiknya sebelum kita melihat lebih jauh tentang gagasan-gagasan ataupun program-pogram positif yang sangat pro-rakyat kecil yang digerakkan oleh sang walikota, mari kita lihat dulu profil singkat sang wali kota. Nama lengkap adalah Ir Joko Widodo (lahir di Surakarta, 21 Juni 1961), yang kini menjadi Wali Kota Surakarta (Solo) untuk dua kali masa bhakti 2005-2010 dan 2010-sekarang. Ia meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada 1985.

Itulah profil singkat sang wali kota. Ketika mencalonkan diri sebagai wali kota, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang meubel rumah dan taman ini, bahkan hingga saat ia terpilih. Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif yang dilakukannya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.

Gebrakan Jokowi
Di bawah kepemimpinannya, kota Solo mengalami perubahan dan kemajuan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto “Solo: The Spirit of Java”. Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di pulau Jawa. Gebrakan pertama Jokowi yang langsung membuat masyarakat terkesima yaitu mampu memindahkan pedagang kaki lima di Solo, tanpa harus menggusur seperti lazim kita lihat di kota-kota lain.

Jokowi dengan cerdas mengatasi masalah dengan win-win solution dengan cara pendekatan komunikasi dari hati ke hati dengan PKL. Gebrakan cerdas ini juga dianggap mampu mematahkan mitos yang kerap berujung pada bentrokan antara aparat dan pedagang, seperti yang terjadi di wilayah lain. Ia memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka dengan masyarakat yang disiarkan oleh televisi lokal.

Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya, selain itu Jokowi juga berani menentang Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, yang ingin menggusur bangunan bersejarah Solo untuk dijadikan Mall. Saat Bibit marah dan memakinya dengan mengatakan sebagai ide bodoh, Jokowi dengan rendah hati berkata bahwa dia memang bodoh dan dia heran kenapa warga Solo memilih dia yang bodoh sebagai wali kota selama dua periode.

Kemudian, sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan.

Selain itu Jokowi juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat anti terhadap pembangunan mall oleh para pengusaha besar yang kira-kira akan mengancam kelestarian pedagang tradisional. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan beberapa daerah lainnya, di mana bupati/wali kota malah mengharapkan kepada pengusaha untuk membangun minimarket dan mall di daerahanya demi pendapatan asli daerah (PAD), tanpa mempertimbangkan efek samping dan nasib pedagang-pedagang kecil tradisional.

Fenomena mobil Esemka
Kemudian gebrakan yang terbaru oleh sang wali kota yang juga menjadi perbincangan heboh seantero Nusantara adalah mengenai produk anyar mobil Esemka. Jokowi sangat mendukung produk asli anak bangsa ini. Sebagai bukti, ia langsung memesan mobil tersebut dan dijadikan mobil dinasnya, di samping Jokowi juga rela menjadi sales untuk mempromosikan hasil karya anak bangsa tersebut.

Di samping demam mobil Esemka belum sembuh Jokowi kembali membuat sensasi yang membuat masyarakat Solo terkagum-kagum, terutama masyarakat yang cinta akan adat budaya lokal setempat yaitu dengan mengeluarkan Peraturan Wali Kota yang mewajibkan memakai pakaian adat setiap hari Kamis kepada seluruh PNS yang berada di instansi terkait se-kota Solo.

Itulah sebagian gebrakan-gebrakan pro-rakyat oleh sang wali kota yang tak pelak menjadikan dirinya sebagai wali kota paling fenomenal di Indonesia sekarang ini. Gebrakannya dalam membuat kebijakan yang pro-rakyat dan bersikap kritis atas modal asing, memberikan angin baru pada kekuasaan yang terus membusuk di negeri ini. Kekuasaan yang selama ini dipersonifikasikan dengan pro-modal, korup, elitis dan oligarkis, dengan hadirnya Jokowi, kini dapat personifikasi sebagai aspiratif dan pro-rakyat.

Setelah kita melihat gagasan-gagasan cerdas dari sang Wali Kota Solo itu, maka menurut hemat penulis, Aceh pun kita harapkan dapat mencontoh atau mengadopsi gagasan-gagasan dan gebrakan yang telah terbukti efektif di praktikkan di Solo tersebut. Adapun gebrakan atau gagasan yang menurut hemat peulis patut kita contoh antara lain pemerintah harus berani melakukan terobosan-terobosan baru yang pro-rakyat.

“Jokowi ala Aceh”
Seperti kita ketahui bersama bahwa lebih kurang dua bulan lagi kita akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu pilkada baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, yang mana dalam pilkada yang akan dilaksanakan secara serentak itu puluhan pasangan kandidat sudah siap untuk bertarung secara demokratis.

Sudah lumrah tentunya dari suatu pertarungan pasti ada pemenangnya dan yang menjadi pemenang sudah tentunya adalah yang terbaik. Maka harapan penulis dan juga menjadi harapan seluruh masyarakat Aceh supaya dalam pertarungan nanti melahirkan “Jokowi-Jokowi” baru di bumi Serambi Mekkah yang kita cintai ini.

Kita sudah bosan tentunya dengan pemimpin-pemimpin yang tidak memperhatikan nasib rakyat kecil, dan mengistimewakan pengusaha-pengusaha besar sebagai mitra dan juga sahabat dekatnya. Padahal apabila seorang pemimpin berani malakukan terobosan-terobosan baru yang pro-rakyat maka rakyat kecil (PKL dan pedagang tradisional) juga bisa menjadi pengusahan dan bisa menjadi mitra kerja pemerintah.

Untuk mewujudkan harapan itu tentunya ada di tangan masyarakat Aceh sediri, syaratnya dalam pemilihan nanti agar lebih teliti dalam memilih calon-calon “Jokowi ala Aceh”, dan juga jangan terpengruh dengan Rp 100 ribu satu suara, karena uang segitu hanya bisa menghidupi dalam dua hari tapi menderita selama 5 tahun.

Akhirnya, kita berharap kepada semua calon pemimpin di Aceh terlepas siapa pun yang akan menang nanti, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk berani melakukan terobosan-terobosan baru yang pro-rakyat ala Jokowi guna mewujudkan masyarakat yang makmur, adil, sejahtera dan bermartabat. Semoga!

* Joni Afrizal, Mahasiswa Jurusan Hukum Administrasi Negara, Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.
SUMBER http://aceh.tribunnews.com/

Iklan

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on April 7, 2012, in copy paste 7 Apr 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: