Railbus Solo-Wonogiri Beroperasi 20 April

SOLO—Setelah lebih dari satu tahun menunggu, railbus Batara Kresna akhirnya resmi beroperasi 20 April mendatang dengan rute Solo-Wonogiri PP. Namun berapa tarifnya, baru akan diumumkan Senin (9/4) mendatang.
Kepastian itu diperoleh setelah pemerintah pusat memberi lampu hijau pengoperasian kereta modern itu. ”Betul. Keputusannya memang demikian. Tanggal 20 April, railbus dioperasikan,” tegas Kepala Dinas perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo, Yosca Herman Soedrajad, ketika dimintai konfirmasi SOLOPOS (JIBI), Jumat (6/4).
Meski demikian, pemerintah masih merahasiakan besaran tarif untuk penumpang railbus. Sebab, lanjut dia, hal itu terkait dengan kebijakan yang melibatkan dua kementerian, yakni Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
”Besaran tarif akan diumumkan pada Senin (9/4) nanti. Angkanya sebenarnya sudah ditemukan, namun masih dirahasiakan,” jelasnya.
Kepastian pengoperasian railbus, jelas Yosca, akan menjadi kabar yang dinanti-nanti warga Soloraya. Kepastian tersebut juga akan menjawab keraguan dan pesimistis masyarakat Soloraya akan keseriusan pemerintah dalam menyediakan transportasi massal yang layak.
”Saya sendiri bersama Pak Jokowi terus-terusan mendesak pemerintah agar segera merealisasikan railbus. Dan dalam berbagai presentasi, Pak Jokowi juga akan menerapkan railbus di Jakarta,” paparnya.
Bernapas Lega
Menanggapi kabar pengoperasian railbus, Pejabat Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengaku bisa bernapas lega. Sebab, selama ini persoalan railbus yang begitu kompleks telah menguras energi dan waktu serta menimbulkan kejengahan warga Solo.
”Persoalannya selama ini sangat kompleks. Bukan hanya persoalan tarif, namun juga kesiapan infrastruktur, tenaga, pengaturan waktu, hingga maintenance. Kalau pemerintah sudah siap mengoperasikan, saya lega,” paparnya.
Pakar transportasi dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranoto Semarang, Djoko Setijowarno, menegaskan pemerintah harus serius menyikapi transportasi massal. Pemerintah, tegasnya, harus berani memberikan subsidi lebih besar kepada angkutan massal jika menginginkan sebuah perubahan. ”Angkot, bus umum, railbus harus diberi subsidi lebih agar tarif terjangkau masyarakat. Transportasi massal seperti itu harus lebih diperhatikan, bukan hanya kendaraan pribadi,” tegasnya.
Railbus kali pertama diperkenalkan kepada publik saat HUT Kota Solo, tahun lalu. Pengoperasian railbus sempat menemui berbagai kendala di antaranya tarik-ulur tarif serta kesiapan infrastruktur jalur Solo-Wonogiri. Tarif railbus tarik ulur karena PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkirakan tarif railbus berkisar Rp30.000/penumpang.
Sedangkan Pemkot Solo berharap tarif railbus tetap murah dan tak terlalu mahal karena menggantikan KA feeder. Pemkot berharap tarif railbus berkisar Rp3.000-Rp5.000. JIBI/SOLOPOS/Aries Susanto

Iklan

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on April 7, 2012, in copy paste 7 Apr 2012. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. kamis lalu railbus sudah jalan ke solo, tapi balik lagi ke madiun karena ternyata tidak ada kejelasan secara resmi dan tegas akhirnya kereta balik lagi ke madiun, meski pihak stasiun solo balapan meminta agar railbus standby di dipo, tapi karena blm ada serah terima dgn pt kai, yah balik lagi deh ke madiun meski cuma diperbolehkan pulang per petak dengan kecepatan max 30km/jam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: