JEJAK LANGKAH JOKOWI

Joko Widodo atau yang biasa dipanggil Jokowi memang istimewa. Ia hanya seorang pemimpin daerah. Namun, prestasinya luar biasa. Jokowi memimpin dengan keteladanan. Sebuah sikap yang kini jarang dimiliki oleh pemimpin nasional. Ia banyak mendengar dan bekerja nyata untuk rakyatnya. Ia bukan tipe pemimpin yang hanya duduk manis di belakang meja sembari mengucap mantra kesejahteraan yang tidak pernah terwujud. Ia pun keluar masuk pasar tradisional. Memastikan apakah denyut usaha kecil tersebut tetap tumbuh dan berkembang di Kota Solo.

Ia pun menata pedagang kaki lima (PKL). PKL baginya merupakan berkah alam. Mereka merupakan aset ekonomi. Maka ia mengelola PKL dan memberi tempat berdagang. Proses pemindahan mereka pun sesuai dengan fitrah kemanusiaan (manusiawi). PKL diajak urun rembug tentang masa depan kota dan masa depan pedagang. Hasilnya, tanpa palu dan kekerasan PKL tertata dengan rapi dan menjadi aset terbesar bagi Kota Solo.

Pengusaha mebel ini pun menginisiasi mimpi adanya mobil nasional. Walaupun bukan program baru (karena sudah diretas di Era Orde Baru), Jokowi kembali memberi teladan kepada pejabat di seluruh Indonesia untuk menggunakan mobil karya anak bangsa. Mobil berjuluk Kiat Esemka, walaupun tidak lolos uji emisi Kementerian Perhubungan telah menjadi penanda bagi zaman bahwa tunas muda Indonesia mempunyai kemampuan untuk menciptakan sebuah inovasi teknologi.

Mungkin lebih banyak lagi prestasi yang telah ditorehkan oleh Jokowi. Namun, ia tetap santun. Ia tidak menjadi sombong karena prestasi yang telah ia torehkan. Ia tetap mengaku bodoh, tidak mempunyai tampang menjadi pemimpin. Namun, di tengah kesajahaannya, ia merupakan pemimpin inspiratif bagi bangsa Indonesia.

Keajaiban

Buku karya Zaenuddin HM, Jokowi, dari Jualan Kursi hingga Dua Kali Mendapatkan Kursi ini setidaknya mengumpulkan serpihan dari segudang prestasi Jokowi. Jurnalis senior Rakyat Merdeka ini dengan gaya jurnalistik yang renyah menyuguhkan sosok Jokowi yang apa adanya. Kaya prestasi namun tetap bersahaja.

Kiprah kepemimpinan Jokowi dimulai ketika ia prihatin dengan keadaan kota kelahirannya, Solo, yang dirasakannya berhenti di tempat. “Saya melihat kok tidak semakin baik, tapi malah semakin turun dan semakin tidak baik. Saya merasa tergelitik. Saya pikir, mengelola sebuah kota apa sulitnya sih?” tutur Jokowi. Karena itulah ia merasa tertantang untuk membenahi kota Solo. Untuk itu ia harus mau memimpin atau menjadi walikota, dan itu pun harus bertarung dulu dengan calon-calon lain lewat pilkada.

Pada pilkada 2005, Jokowi berpasangan dengan FX Hadi Rudyatmo yang diusung oleh PDI Perjuangan.

Jokowi seakan mendapatkan suatu keajaiban dalam hidupnya: “dari jualan kursi (mebel) hingga mendapat kursi walikota”. Padahal ketika dicalonkan, banyak kalangan meragukan dirinya akan menang pilkada. Bahkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri konon sempat kaget ketika tahu dan melihat calon yang diusung PDIP adalah Jokowi.

Buku ini seakan mewartakan bahwa persona Jokowi telah menyihir masyarakat, Ia tampil ke pentas publik di tengah kegalauan masyarakat. Rasa rindu masyarakat akan sosok pemimpin penuh karya. Jokowi bak oase di tengah padang pasir. Kehadirannya mampu mengobati rasa dahaga masyarakat.

Pada akhirnya, buku ini menjadi semacam jejak langkah besar Jokowi yang dapat menginspirasi pemimpin lain untuk berbuat, bertindak, dan berkidmat kepada kesejahteraan masyarakat luas. Semoga melalui buku ini, muncul Jokowi-Jokowi lain di seluruh penjuru Nusantara. Selamat membaca.

sumber  http://ufukpress.blogspot.com

Iklan

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on April 10, 2012, in copy paste 10 Apr 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: