Golput DKI Ikut Jokowi

Golput (Golongan Putih) adalah sikap politik untuk tidak memilih karena alasan politik. Menurut sejarah, golput pada dasarnya adalah sebuah ‘gerakan moral’ yang dicetuskan pada 3 Juni 1971 di Balai Budaya Jakarta, sebulan sebelum hari pemungutan suara pada pemilu pertama di era Orde Baru dilaksanakan. Pencetusan gerakan itu ditindak lanjuti dengan pemasang pamflet kampanye yang menyatakan tidak akan turut dalam pemilu, tanda gambarnya: segi lima dengan dasar warna putih. Kampanye tersebut langsung mendapat respon dari aparat penguasa. Pangkopkamtibda Jakarta waktu itu menyatakan ‘golput’ sebagai organisasi terlarang dan pamflet tanda gambar golput harus di bersihkan. Bahkan Menteri Luar Negri Adam Malik menyebut golongan putih sebagai golongan setan.

Pada saat itu, gerakan ‘golput’ mengeluarkan memorandum agar masyarakat menggunakan haknya sesuai keyakinan, siapapun dipersilahkan untuk memilih atau tidak memilih. Golput adalah hak konstitusional yang dilindungi oleh UUD 1945 Pasal 28E ayat (2), yang berbunyi: “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya”.

Dari tahun ke tahun suara golput semakin meningkat hingga pilpres 2009 yang lalu yang mencapai 23,7%. Banyak kalangan yang menyimpulkan, karena tingginya golput, maka pemenang pemilu adalah golput, bukan partai politik. Terus meningkatnya angka golput, memicu Majelis Ulama Indonesi (MUI) mengeluarkan fatwa haram pada golput.

Pada pilgub Jakarta 2007, jumlah golput cukup besar, yakni 40%, paling tinggi di Indonesia.
Banyaknya angka golput pada pilgub Jakarta 2007 disebabkan beberapa faktor, diantaranya:

– Pilihan
cagub Jakarta pada 2007 yang ditawarkan parpol jumlahnya sedikit (hanya 2 calon yaitu Foke dan Adang),
– Calon yang ditawarkan tidak sesuai dengan harapan rakyat,
– Calon-calon tersebut tidak tidak memiliki program-program yang pro rakyat,
– Tingkat kepercayaan terhadap partai pengusung semakin menurun,
– Kinerja tim sukses dan parpol pengusung dalam mensosialisasikan calonnya kurang maksimal,
– Kinerja KPU sebagai penyelenggara pilkada dalam mensosialisasikan dan mengakomodasi masyarakat pemilih tidak maksimal,
– Lain-lain, seperti pelaksanaan pemilu bertepatan dengan waktu kerja, dan lain sebagainya.

Pada pilgub Jakarta 2012 yang akan datang, kemungkinan suara golput akan berkurang atau setidaknya tidak sebesar pilgub Jakarta 2007 karena beberapa alasan, diantaranya:

– Pilihan cagub tahun ini lebih banyak dari tahun yang lalu, setidaknya saat ini ada 6 pasang bakal calon cagub Jakarta yang terdaftar,
– Calon yang ada lebih bervariasi, 4 balon dari parpol dan 2 dari jalur indipenden,
– Beberapa calon yang ada sekarang mempunyai program yang pro rakyat,
– KPU Jakarta sebagai penyelenggara akan menekan angka golput,
– Pemda DKI menetapkan hari pemilihan sebagai hari libur agar warga DKI dapat berpartisipasi pada pilkada nanti.

Besarnya suara golput pada pilkada Jakarta tahun 2007 yang lalu tentu menjadi potensi besar bagi calon-calon yang akan bertarung. Kemana suara golput tersebut akan diberikan? Berikut ini kemungkinannya:

1. Fauzi Bowo dan Nachrowi.
Walau dianggap gagal oleh beberapa pengamat, tetapi kemungkinan pasangan ini mendapatkan suara golput tahun lalu tetap ada, karena:
Pertama, Fauzi Bowo didamping oleh muka baru yaitu Nachrowi yang merupakan Bamus Betawi.
Kedua, Apabila Fauzi Bowo dapat menjelaskan kemajuan-kemajuan yang dicapainya kepada warga Jakarta, kemungkinan calon ini mendapatkan simpati pemilih golput.

2. Alex Noerdin dan Nono.
Walau Alex Noerdin dihubung-hubungkan dengan beberapa kasus, tetapi kemungkinan pasangan ini mendapatkan suara golput tetap ada, dengan beberapa alasan:
Pertama, Alex dan Nono adalah wajah baru bagi warga Jakarta, apalagi Alex dinilai sukses memimpin Sumatera Selatan.
Kedua, program yang ditawarkan oleh Alex Noerdin cukup berani “3 Tahun Bisa”, dan bersedia mundur apabila programnya tidak terbukti.

3. Hidayat Nur Wahid dan Didik.
Walaupun PKS sebagai pengusung calon ini sekarang ini dianggap sebagai partai yang kanan (koalisi) kiri (oposisi) oke, tetapi kemungkinan potensi pasangan ini mendapatkan suara golput tetap ada, dengan alasan:
Pertama, Hidayat Nur Wahid dikenal bersih, sederhana dan dekat dengan rakyat, hal ini bisa dilihat pada saat kemarin Hidayat mengunjungi warga pinggir kali dan Hidayat didampingi oleh Didik sebagai seorang profesional.
Kedua, PKS sebagai pengusung calon ini dikenal mempunyai kader yang punya loyalitas yang tinggi dan memiliki militansi yang sudah teruji pada pilgub 2007 yang lalu.

4. Hendardji dan Riza.
Kemungkinan pasangan ini mendapatkan suara golput cukup besar, karena pasangan ini adalah wajah-wajah baru dan bebas dari kepentingan parpol.

5. Faisal Basri Baba dan Biem.
Kemungkinan pasangan ini menarik simpati golput sangat besar, karena: pertama, pasangan ini bebas dari kontaminasi parpol (independen). Kedua, Faisal Basri dikenal sebagai tokoh yang bersih, dekat dengan banyak kalangan, visioner, dan mempunyai program yang pro rakyat dan didukung oleh seorang pengusaha Betawi (Biem).

6. Jokowi dan Ahok.
Kemungkinan pasasangan ini mendapatkan suara golput sangat besar. Pertama, calon ini dikenal bersih, dekat dengan rakyat, sukses memimpin daerahnya, visioner, berani mengeksekusi, dan sudah terbukti.
Kedua, program yang ditawarkan oleh pasangan ini sangat jelas dan pro rakyat.
Ketiga, walau pasangan ini dicalonkan oleh partai, tetapi pasangan ini dikenal mempunyai integritas yang tinggi.

Salam.
sumber http://politik.kompasiana.com

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on April 11, 2012, in copy paste 11 Apr 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: