Eksotisme Jokowi

Oleh ABDUL MUKTI RO’UF

Semua yang berasal dari hati (bukan dalam pengertian medis) akan bermuara pada satu titik: KEBAIKAN. Ini bukan lagi hipotesa yang kebenarannya masih menduga. Ini sudah di atas teori dan telah menjadi hukum. Dalam bahasa agama biasa disebut dengan sunatullah. Dalam bahasa sain modern, sunatullah itu mengandung unsur ‘kata yang logis’ dan ‘fakta yang nyata’

Pada tulisan yang lalu di koran ini, (2/4/2012), saya berjanji memotret sosok Joko Widodo. Supaya lebih familiar, saya menyebutnya Jokowi saja. Tulisan ini hendak berangkat dari cara berpikir yang landasannya sunatullah tadi. Dengan begitu, materi dan jalan berpikir saya sama sekali tidak berkait dengan afiliasi partai, primordialisme etnis, kegenitan tim sukses, agenda media setting atau apa saja yang bermotif ideologis, politis, etnosentris dan semua yang berniat di luar ‘hukum hati’. Meskipun saya menyadari nasehat penyair pemilik “Catatan Pinggir” Tempo Goenawan Muhammad bahwa ketika pikiran itu tertuliskan, maka ia telah menjadi milik orang lain. Lebih jauh, ia akan memicu prilaku orang lain. Yang itu biar saja menjadi urusan orang lain.

Tapi begini, dalam kacamata batin saya yang awam, sorot mata, tutur kalimat, dan tindak-tanduk Joko Wi, sepanjang yang bisa dilihat di televisi memancarkan harapan. Istilah ‘harapan’ tibab-tiba menjadi mahal ketika karut-marut bangsa ini semakin sempurna. Amal praktis Jokowi kebetulan kawin dengan slogannya PDIP: partainya wong cilik. Terus terang, saya baru melihat representasi slogan partai itu ada dalam sosok Jokowi.

Kota Solo telah menjadi fakta empirik dari slogan dan harapan wong cilik itu. Mungkin, dalam konstelasi kerja politik birokrasi, Joko Wi telah memenangkan teori ‘penanganan pedagang kaki lima’. Model komunikasi partisipatoris berbasis budaya warga telah diujicobakan oleh Jokowi dalam kebijakan penertiban pedagang kaki lima di Solo. Penataan PKL dan pasar di Solo telah menjadi contoh di Asia Pasifik bersama UCLG (United Cities and Local Government). Bahkan Solo ditetapkan sebagai training center-nya UCLG se-Asia-Pasifik. Lebih dari 5.000 pedagang kaki lima di solo mendapat kredit dari bank atas jaminan Jokowi. Anggaran pendidikan dinaikan dari 1,4 miliar/tahun menjadi 2 miliar. Meski demikian, lantas orang masih mencoba pesimis dan skeptis: “itukan Solo yang problematikanya jauh berbeda dengan Jakarta bung!” Joko Wi-pun menjawab optimis dan yakin: “Jakarta punya APBD triliunan dibanding Solo yang hanya miliaran”.

Memang, Solo dan Jakarta tak bisa dibandingkan apalagi kalau menghdap-hadapkan simplisitas versus kompleksitas. Apalagi, jika semangat diskusinya hanya semata berhenti pada ranah politik. Oke, ini hanya soal politik citra dan lain-lain. Saya mau menghindar dulu dari soal beginian karena selalu ada intrik dan begitulah nasib politik. Lebih jauh, saya ingin melampaui ‘politik kata’ dan memasuki ‘politik amal’ yang memberikan harapan bagi masa depan negeri ini.

Dalam teori komunikasi politik modern, televisi memang menjadi alat yang dapat mengangkat popiularitas orang dan atau sebaliknya, menjatuhkannya. Tetapi belakangan, politik citra yang difasilitasi televisi tidak banyak mengubah nasib rakyat. Kita butuh lebih dari sekedar retorika yang canggih dalam debat di televisi. Kita membutuhkan kapasitas leadership yang dapat menghitung setiap denyut nadi rakyat. Saya tidak peduli apakah Jokowi jadi gubernur DKI atau tidak. Tanpa menjadi gubernurpun, ia telah memaksa saya untuk dapat tersenyum, meski sebentar, untuk menatap bangsa saya sendiri setelah banyak stasiun televisi mengabarkan rombongan bupati yang masuk bui.

sumber http://www.pontianakpost.com

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on April 12, 2012, in copy paste 12 Apr 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: