Politik Baju Motik Kotak

SEJAK saya bisa mencari uang sendiri, sudah tak terhitung berapa baju bermotif kotak yang saya beli. Motif dan warna kotaknya pun beraneka rupa. Saya memang menyukai baju dengan motif kotak. Tak ada alasan tertentu, hanya senang saja memakai baju kotak. Alasan satu-satunya -seperti ketika saya membeli baju dengan motif selain kotak- adalah agar koleksi baju saya banyak motifnya. Agar setiap hari penampilan saya selalu berbeda dengan mengenakan baju yang beraneka motif.

Saya tak menyangka baju motif kotak kini dijadikan ikon salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan maju pada pemilukada DKI. Seperti lazimnya ikon yang bertujuan mengindentitaskan sesuatu, baju motif kotak itupun dijadikan ikon agar masyarakat akan langsung ingat kepada pasangan cagub-cawagub tersebut, saat melihat orang mengenakan baju motif kotak tersebut. Ini penting bagi pasangan kandidat orang nomor satu dan dua di Jakarta. Tujuannya agar terbangun ingatan yang kuat di benak masyarakat pemilih. Dan pada akhirnya ketika tiba saatnya pemungutan suara, masyarakat pemilih akan memilih pasangan kandidat yang paling diingatnya.

Tapi yang perlu diperhatikan oleh masyarakat adalah siapakah profil pasangan kandidat yang mengenalkan baju motif kotak sebagai ikon. Selama ini yang terbangun di benak masyarakat akan rekam jejak cagub-cawagub tersebut sudah cukup baik. Sebab sebelum menjadi pasangan cagub-cawagub, kedua tokoh ini pernah menjadi pemimpin yang dicintai dan menjadi panutan rakyat yang dipimpinnya di daerah tingkat dua, daerah asal masing-masing. Mereka telah menjadi pemimpin yang berjiwa pemimpin, saat kebanyakan pemimpin di negeri ini tak bisa memimpin dengan baik. Kedua tokoh ini amat dekat dengan rakyatnya. Walaupun itu tak menjamin mereka akan berhasil memimpin Jakarta, tapi setidaknya rekam jejak mereka bisa dijadikan keoptimisan bahwa mereka akan mampu memimpin Ibukota dan meyelesaikan semua atau sebagian berbagai persoalan yang membelit.

Ikon baju kotak itu akan diproduksi dalam jumlah besar, dan akan dijual kepada khalayak, Keuntungan dari penjualan ikon tesebut akan digunakan untuk membiayai kampanye pasangan cagub-cawagub tersebut. Proses produksinya melibatkan pelaku UKM yakni para pemilik usaha jahit. Ini akan menjadi sesuatu yang berbeda karena baru pertama kali terjadi di Indonesia alat peraga kampanye dijual ke khalayak demi terhimpunnya dana kampanye. Biasa dana kampanye digalang lewat acara-acara penggalangan dana dengan mengundang golongan berpunya. Sebelum ini pun alat peraga kampanye pakaian hanya berupa kaos oblong murahan yang dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat kelas bawah.
Cara lain penggalangan dana kampanye yakni dengan mengundang beberapa pelaku bisnis secara tertutup dihimpun. Para undangan akan diminta menyetor dana dalam jumlah besar kepada tim sukses pasangan kandidat yang mengundang. Dan sudah menjadi rahasia umum, maka setelah pasangan kandidat tersebut memenangi pemilihan, para penyandang dana akan meminta imbalan atau menagih janji sesuai konsensus sebelumnya. Dan imbalan atau janji tersebut bentuknya beragam. Mulai dari meminta jatah proyek, mengintervensi proses peradilan, meminta pos yang strategis di lingkup pemerintahan. Maka cara main belakang akan dipilih oleh pasangan kandidat tersebut untuk memenangi pemilihan agar tercipta peluang untuk bisa membayar hutang budi donatur. Bila demikian, maka jalannya roda pemerintahan akan menjauh dari kepentingan rakyat. Dana proyek akan membengkak dengan hasil yang kurang bermutu. Pengadilan menjadi dagelan karena sudah diarahkan. Banyak pos jabatan di pemerintahan diisi orang-orang tak berkapasitas.

Penggalangan dana kampanye melalui aktifitas jual ikon patut dicontoh. Sehingga akan tercipta kampanye swadaya yang akan menghasil pemimpin yang terbebas dari hutang budi. Dengan begitu pemimpin tersebut akan leluasa menjalankan tugas dan kewajibannya tanpa beban, tanpa adanya tekanan dari orang lain. Kebijakan-kebijakan yang diambil menjadi lebih independen sehingga kewibawaan pemimpin tersebut di mata rakyat terjaga. Dan pada akhirnya akan tercipta pemerintahan yang tak manipulaitf, koruptif, dekstruktif.

Penggalangan dana melalui aktifitas jual ikon menjadikan dana yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan dengan benar tanpa adanya rekayasa data profil penyumbang dan berapa nilai yang disetor. Sebab dana yang terhimpun adalah keuntungan dari aktifitas jual ikon yang sudah pasti bersifat sukarela tanpa pamrih sedikit seperti lazim jual-beli. Dukungan rakyat pun bisa terindikasikan dari berapa banyak ikon yang laku terjual. Ini menjadi semacam barometer. Semakin laris ikonnya berarti kandidat tersebut diinginkan rakyat. Dan sebaliknya, bila ikonnya kurang laku, itu berarti kandidat tersebut tak dikehendaki rakyat. Maka bila kandidat yang ikonnya kurang laku memenangi pemilihan maka patut dicurigai kandidat tersebut telah melakukan cara yang tak terpuji, tak terkecuali dana kampanyenya.

Bila sebuah jabatan diperoleh dengan jalan benar tanpa kecurangan, akan ada harapan amanah rakyat yang melekat pada jabatan tersebut akan diemban dengan rasa penuh tanggung jawab, begitu pun sebaliknya. Jadi bila Anda menaruh harapan akan ada perubahan ke arah lebih baik pada salah satu kandidat, maka belilah ikonnya. Ajak saudara dan orang-orang yang Anda kenal untuk ramai-ramai membeli ikonnya. Sayangnya, baru satu kandidat yang akan menjual ikonnya yang berupa baju motif kotak tersebut.pada pemilukada DKI nanti.

Saya yang kini bermukim di Ibukota, berencana akan membeli satu baju motif kotak tersebut bila saat baju itu dijual saya kebetulan sedang punya uang yang cukup untuk membeli sepotong. Bagi saya agak mahal harga sepotong baju yang mendadak jadi trend tersebut. Saya membeli bukan alasan mendukung, tapi alasan nilai sejarah baju tersebut. Baru ini kali kan pasangan cagub-cawagub jualan baju sebagai sumber dana kampanye mereka. Ya, sekalian nambah koleksi baju bermotif kotak. Kebetulan saya belum punya yang motif kotaknya seperti yang dipakai Jokowi – Ahok.
tilarso.
sumber http://politik.kompasiana.com

Iklan

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on April 18, 2012, in copy paste 18 Apr 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: