Setengah Menit bersama Jokowi

Beberapa hari yang lalu di media ini juga, saya membaca tulisan dari mas Indra J Pilliang yang menceritakan tentang kegiatan Jokowi yang sedang shalat Jumat di Masjid Sunda kelapa, maaf jika salah sebut tempat dan nama. Ada satu hal yang saya catat dalam benak saya dari tulisan mas Indra tentang Jokowi, yaitu tentang keyakinan mas Indra bahwa tidak mungkin Jokowi akan korupsi orang tabunganya saja kurang lebih $5 juta dolar, sekali lagi maaf jika salah kutif. Mengingat Jokowi sebelum menjadi walikota solo adalah seorang pengusaha yang sukses. Selain itu mas Indra juga menceritakan tentang hubungan pertemananya dengan Jokowi yang sudah berlangsung lama. Silahkan saja itu adalah urusan mereka berdua, hehehehehehehe…….maaf mas Indra.

Jokowi buat saya secara pribadi adalah seorang tokoh yang amat fenomenal akhir-akhir ini, meskipun saya tidak mengenalnya, namun pemberitaanya di media cetak maupun TV yang gencar, membuat sosoknya menjadi terkenal. Menurut catatan saya, prestasi fenomenal Jokowi dimulai dari, keberhasilanya memindakan pedagang asongan pasar klitikan solo ketempat yang baru tanpa menimbulkan gesekan sedikitpun, bahkan kabarnya malah karnavalan yang diikuti oleh seluruh pedangang asongan tersebut dan wayangan semalem suntuk. Di solo, polisi pamong praja atas perintahnya dilarang membawa tameng dan pentungan ketika akan menjalankan tugas karena mereka sadar yang akan dihadapi adalah masyarakatnya sendiri, hal ini sangat bertolak belakang dengan satuan Pamong Praja di Jakarta, yang siap dengan tameng dan pentungan. Semangatnya beda…..

Kisah fenomenal kedua yang menyita perhatian publik adalah “perseteruanya” dengan gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, tentang perbedaan sudut pandang pemugaran cagar budaya pabrik es “Saripetodjo” yang akan dijadikan Mall bergengsi untuk warga solo, tetapi kebijakan gubernur tersebut ditolak oleh Jokowi, menurutnya Solo tidak memerlukan Mall lagi, karena Mall yang ada sudah cukup. Sikapnya yang berani dan tegas tersebut tentu dilandasi dengan niat yang tulus untuk melindungi benda cagar budaya sekaligus melidungi pedagang-pedagang kecil di solo. Bahkan menurutya pendapatan retribusi dari pasar-pasar tradisional lebih besar daripada mall.

Fenomenal ketiga, adalah keberanianya yang memakai mobil Kiat ESEMKA buatan anak-anak SMK di Karesidenan Solo menjadi mobil dinasnya. Padahal mobil tersebut belum mendapat sertifikat uji kelayakan dari instansi yang berwenang. Hingga akhirnya menimbulkan kegaduhan di elit Jakarta. Meskipun hasil uji kelayakan masih banyak PR yang mesti diperbaiki lagi. Tetapi satu hal yang harus dicatat bahwa Jokowi sudah memulainya memberi teladan memakai produk anak negeri dan bangga memakainya. Kita memerlukan figur pemimpin yang seperti Jokowi, dia memberi teladan dengan tindakan nyata.

Ketika saya ada tugas ke Solo setahun yang lalu, saya juga sangat surprise. mendapati keadaan stasiun kereta api yang amat bersih berbeda dengan dulu, yang kotor, WC nya bau, tidak nyaman, dan merasa tidak aman. Terminal bus Tirtonadi juga sudah terlihat berbeda, selain bersih, kenyamanan pemakai terminal juga terjaga. Ada satu pengalaman yang terkesan buat saya ketika tugas di Solo, waktu itu ikut kereta Argo Dwipangga, ketika tiba di Solo sekitar pukul 03.30 WIB dini hari, rasanya mau booking hotel juga tanggung karena cuma transit saja sementara itu siangnya harus ke Jogja, akhirnya saya memutuskan untuk istirahat di satsiun sambil menunggu pagi tiba. Oleh seorang petugas disarankan istirahat di toilet umum di pojok stasiun. Ternyata disana tersedia satu ruangan yang cukup luas dan nyaman dijadikan tempat transit menunggu pagi tiba. Saat itu cukup banyak orang yang istirahat disitu sambil menunggu pagi tiba, saya juga bisa istirahat nimbrung bersama dengan yang lain. Kamar mandi dan WC yang tersedia juga cukup, bersih, dan air bersih juga lancar. Bahkan ketika saya selesai mandi mau membayar, petugas WC mengatakan ” Tidak usah pak, saya sudah digaji dari pemkot”. Dalam hati saya baru ini saya ketemu pemda yang benar-benar memperhatikan kebutuhan warganya maupun tamunya.

Itulah, beberapa kisah Jokowi yang saya tau dari pemberitaan media dan yang sya nikmati hasil karyanya. Namun kemarin malam, yaitu malam minggu tanggal 14 April 2012, pukul 23.30 WIB, saya benar-benar bertemu sacara phisik bersalaman dan ngobrol dengan Jokowi, meskipun hanya setengah menit! Entah kebetulan atau tidak. Saat itu di daerah saya di Kapuk Jakarta Barat sedang ada warga hajatan yang nanggap wayang kulit. Penontonya ramai dan banyak sekali. Sehingga jalan raya sampai ditutup, karena panggungya memang ditengah jalan. Pada saat itu saya jalan sendirian menuju pementasan wayang kulit, nggak dinyana/tiba-tiba ada sebuah mobil minibus menyalip saya dan langsung parkir didepan saya. Dalam hati saya kok mobil ini bisa lolos dari barikade hansip yang menutup jalan, karena setiap kendaraan akan dialihkan rutenya kecuali warga. Tidak ada pengawalan mobil ataupun pengawalan motor gede. Semua berjalan biasa-biasa saja. Ketika pintu minibus terbuka keluarlah sosok kurus, kalo orang jawa bilang agak ‘nyungkring’ dengan kemeja kebanggaanya yang menjadi ciri khasnya yaitu kemeja garis kotak-kotak warna hitam merah, di “wingkis” dibawah sikut, celana jeans biru telur asin, dan mungkin sendal jepit, karena agak gelap sehingga tidak terlihat. Spontan saya berucap Jokowi! Jokowi! Jokowi! tetapi kayaknya ngga digubris, karena langsung dikawal satgas partai pengusungnya membelah kepadatan penonton untuk menuju bangku yang didepan. Keadaan langsung ramai, karena teriakan dan panggilan dari penonton saling bersautan Jokowi! Jokowi! dan Jokowi!. Akhirnya saya ‘nyamar’ jadi robongan Jokowi merangsek kedepan ikut membelah kepadatan penonton. Penonton yang dilewati pada salaman, termasuk saya juga diajak salaman, dikira rombongan Jokowi. Cuek saja saya. Toh mereka warga saya sendiri dan mereka juga sudah pada kenal saya. Bukanya pamer, saya memang aktif di masyarakat, sebagai ketua karang taruna, ketua forum warga, ketua komite sekolah, ketua TPP PNPM Mandiri, dan kegiatan yang lain. Mereka menyangka saya adalah tim Jokowi. Akhirnya Jokowi didaulat sama pak Dalang untuk memberikan sambutan. Tetapi karena mungkin dia hati-hati atau memang lagi males ngomong ya? atau karena paham sekarang bukan saatnya kampanye kali. Ternya dia cuma memberi salam dan menutup salam tanpa ngomong apa-apa. Sialan! batinku mengumpat. Masak nggak ngomong apa-apa, jauh-jauh datang dari Solo cuman setor muka doang kalo kata orang betawi. Padahal penonton sudah siap mendengarkan sambutanya. Akhirnya dia digiring sama satgas menuju meja makan untuk mencicipi hidangan yang tersedia, disinilah saya terpisah dengan dia, karena penonton makin gaduh karena ingin bersalaman denganya.

Ketika Jokowi sedang diruang makan, saya bertemu dengan beberapa tokoh lokal seperti matan ketua RW, tokoh pemuda, beberapa ketua RT yang sedang duduk disalah satu meja undangan, mereka menarik saya dan bertanya ‘ Mas Moy timnya Jokowi ya?’ saya hanya memberikan seyuman saja, sambil terkekeh hehehehehehe. Ketika Jokowi akan pulang rombonganya melewati meja saya, ingin rasanya saya menariknya dan mengajaknya berdiskusi mengenahi rencana-rencanya yang berkaitan dengan taglinenya kalau tidak salah “JakartaBaru”. tetapi sayang hal itu tidak terwujud, terpaksa harus menahan kecewa. Akhirnya saya hanya bisa berkata ” Titip salam pak buat mas Indra Pilliang, dan kapan baju kotak-kotaknya ada?” Dia menjawab,” ya akan saya sampaikan, dan minggu depan keluar 20.000 potong” Pagi harinya ada 2 orang pengurus partai tingkat lokal pengusung Jokowi kerumah saya mengajak diskusi tentang peristiwa semalem. Saya hanya bisa membantu doa saja, bukanya kekuatan doa sangat dahsyat! Yakinlah pak Jokowi!
sumber http://sosbud.kompasiana.com
moy sudarmoyo

Iklan

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on April 20, 2012, in copy paste 19 Apr 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: