Kerikil Pertama Jokowi

Peluang Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi DKI 1 sangat terbuka lebar. Hal ini bukan hanya karena kepopulerannya saja tetapi juga karena kinerjanya yang luar biasa. Kinerja sebagai walikota Solo yang mendapat pengakuan dari dunia Internasional. Jokowi menjadi salah satu kandidat walikota terbaik sedunia. Hebatnya Jokowi berhasil meraih simpati publik dengan gaya yang berbeda.

Gaya Jokowi berkampanye memang berbeda dengan calon-calon lain. Jika calon lain tampil dengan busana yang “religius” untuk menarik simpati warga, Jokowi tampil dengan baju yang berbeda. Jokowi tampil dengan baju kotak-kotak yang memiliki filosofis kedekatan dengan rakyat. Bagi Jokowi kepala daerah harus dekat dengan rakyatnya. Dan itulah salah satu kunci sukses Jokowi memimpin Solo.

Kritik Jokowi kepada para kandidat yang memakai baju koko dan kopiah agar terlihat religius ternyata diplintir oleh sekelompok orang menjadi sebuah celaan bagi budaya betawi. Jokowi dinilai melecehkan budaya betawi. Padahal jika pikiran kita tidak dipenuhi urusan politik, pernyataan Jokowi tidak ada yang salah. Kritik Jokowi diarahkan kepada para calon Gubernur bukan kepada budaya betawi.

Pernyataan Forum Pemuda Betawi (FPB) dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) yang memelintir pernyataan Jokowi dan bahkan menuntut permintaan maaf tersebut seperti ada maksud politis. Mengapa saya katakan seperti itu? Karena pada kesempatan selanjutnya LKB ternyata mempromosikan Fauzi Bowo (Foke) sebagai calon yang peduli kepada kebudayaan betawi.

“Masalah kebudayaan Betawi ini bukan hanya persoalan primordial, tetapi konstitusi. Pemerintah Daerah diwajibkan melestarikan budaya Betawi dan budaya lain yang ada di Jakarta. Foke itu memahami ruh masyarakat Betawi,” Kata Ketua Umum LKB, Tatang Hidayat.

Manuver politik yang dilakukan oleh FPB dan LKB harus diwaspadai Jokowi. Ini adalah kerikil pertama yang harus dilalui oleh Jokowi. Jangan sampai apa yang dikatakan oleh FPB dan LKB ini berhasil mempengaruhi pikiran warga betawi yang ada di Jakarta. Apalagi Jokowi bukanlah orang yang membenci budaya. Dia bahkan mau mempertahankan kereta api uap kuno Sepur Klutuk Jaladara meski daerah harus rugi banyak.

Warga Betawi tidak perlu khawatir dengan Jokowi. Kebudayaan betawi pasti akan dipertahankan dan bahkan akan diperkenalkan kepada publik luar negeri sehingga menjadi objek wisata yang tidak ternilai. Sama seperti apa yang telah dilakukannya di Solo.

Selamat memilih warga Jakarta. Pilihlah Gubernur terbaik dengan pengalaman terbaik. Jangan sampai tertipu dengan perkataan manis padahal tidak ada buktinya.

Salam pemilukada DKI Jakarta.

sumber politik.kompasiana

Iklan

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on April 21, 2012, in copy paste 20 Apr 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: