Kopiah Jokowi

Yth. Mas Joko Widodo

Mas, terus terang saya penasaran, omongan apa yang membuat Mas Joko harus meminta maaf. Apakah omongan itu berbau sara atau pelecehan  atas suatu agama. Woalaaah, omongan  Mas Joko itu omongan yang sering terdengar di tengah masyarakat, obrolan ringan yang menyangkut perilaku seseorang yang lebih mengedepankan simbol keagamaan dibanding substansi perilaku orang yang beragama, orang yang bertuhan. Bisa saja lho Mas Joko, orang mengaku beragama tetapi perilakunya sepertinya ia orang yang tak beragama. Agama hanya tertera di KTP, agama hanya ada ketika ingin menikah, perlu agama ketika ia mati biar jelas ia dikubur sebagai pemeluk agama apa ? dan dikubur di blok apa (bukankah di Jakarta kuburanpun dibedakan menjadi blok agama ini dan agama itu).

Bagi  Mas Joko, kopiah, baju koko hanyalah simbol  dan itu bukan sesuatu yang penting. Yang lebih penting adalah perilaku. Tentu saja akan lebih baik jika simbol itu betul-betul menggambarkan perilaku pemakainya. Sayangnya terlalu banyak contoh di negeri ini, orang yang menggunakan simbol agama  bahkan agama itu sendiri dijadikan alat demi kepentingan dan hawa nafsu pribadi dan atau kelompoknya. Bahkan yang lebih memprihatinkan mereka memakai baju koko, mereka menggunakan kopiah, tetapi malah ramai-ramai merusak properti bahkan melukai pihak lain, hanya gara-gara berbeda penafsiran dan keyakinan. Semestinya pernyataan Mas Joko menyadarkan banyak pihak bahwa baju koko, kopiah, sorban, sajadah, biji “tasbih’ hanyalah sarana, hanyalah simbol belaka, hanyalah citra dan tak berhubungan langsung dengan kesalehan dan kebaikan si pemakai.

Ya bosenlah. Semua yang maju ke pilkada selalu pakai baju koko dan kopiah, biar kelihatan religius. Jujur, saya nggak suka dengan model pencitraan kayak begitu,”  (tribunnews, 16 April 2012)

Tetapi karena pernyatan itu keluar dari mulut Mas Jokowi, seseorang  yang sedang mengincar kursi Betawi Eh DKI, maka omongan itu di blowup sedemikian rupa, dipolitisir  dengan maksud untuk memojokan sekaligus mendegradasi citra Mas Joko di masyarakat Betawi dan juga  Jakarta. Inilah realitas dunia politik kita saat ini. Masing-masing kubu  sedang menyorot dan memperhatikan (kesalahan dan kekurangan biarpun sangat-sangat kecil) pihak lawan demi keuntungan calon yang mereka dukung. Seperti pemberitaan maraknya tawuran dan geng motor di Jakarta, salah satu kandidat mengumbar “Tawuran dan Geng Motor marak, mana Ahlinya ? “. Terus pihak yang merasa diserang balik menyatakan “Tawuran dan Geng Motor marak, mana Ustadnya ?”. Rupanya mereka (juga) menyalahkan ustad yang  lupa mendidik dan mengarahkan dan membimbing generasi muda ke arah yang lebih baik, karena para ustad sibuk dengan politik.

Mas Joko, tentu saja baju koko dan juga kopiah (sering) diperlukan untuk kegiatan keagamaan sebagaimana Mas Joko mau mengikuti, melaksanakan sholat Jum’at dan juga  mengikuti kegiatan keagamaan lainnya. Memang bukan suatu keharusan, tetapi hal seperti itu  sudah menjadi kebiasaan dan seperti aturan tak tertulis.  Rupanya Mas Joko sekedar mengingatkan bahwa warga masyarakat jangan sampai tertarik cagub/cawagub  hanya karena penampakan luar belaka. Yang lebih penting adalah perilaku dan para cagub/cawagub  dalam keseharianya dan komitmennya berjuang untuk kesejahteraan rakyat bukan saat ia sedang “nampang” agar menarik simpati  warga,  seperti yang kita saksikan hari-hari ini. Termasuk Mas Joko yang sedang berkopiah itu.

Jakarta, 21 April 2012

sumber http://politik.kompasiana.com

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on April 22, 2012, in copy paste 22 Apr 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: