Jokowi: Pemimpin Mesti Konsisten

Bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Gerindra, Joko Widodo, bertekad melanjutkan cetak biru pola transportasi makro yang telah digagas di masa pemerintahan Sutiyoso.

“Cetak birunya sudah jelas. Jangan diganti-ganti lagi. Jangan meloncat-loncat ke mana-mana, butuh konsisten,” kata pria yang biasa disapa Jokowi itu pada acara “Mengupas Visi dan Misi Cagub DKI Jakarta” di Perpustakaan Pusat UI, Depok, Jumat (27/4/2012).

Menurut Jokowi, pola transportasi makro yang dibuat oleh ahli-ahli transportasi pada masa Sutiyoso sudah benar, baik proyek bus Transjakarta, monorail, mass tapid transit (MRT), dan kereta rel listrik (KRL) yang saling terintegrasi satu sama lain. Hal itu tinggal dilaksanakan dan diawasi dengan tepat.

“Itulah sebabnya saya akan di kantor hanya satu jam sisanya di lapangan. Jadi kalau ada masalah di lapangan, jangan malah suruh kontraktornya yang nyelesaiin,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk membangun Jakarta ini, butuh konsistensi yang tinggi. Siapa pun yang akan memimpin Jakarta di masa datang harus tetap pendirian pada program yang sudah jelas memiliki cetak biru dan harus dijalankan. “Semua gubernurnya harus konsisten. Sudah sampai SMP diulang lagi dari TK. Mungkin gayanya masing-masing pemimpin beda-beda, tapi blue print itu tetap harus dijalankan. Jangan tiba-tiba ada ide baru langsung berubah,” katanya.

KONSISTEN adalah Kata kunci yang selama ini, telah lama hilang musnah, hingga terlupakan, sudah sangat lama pemimpin pemimpin sekarang tak ada satupun yang menjalani amanah yang satu ini, yaitu Pemimpin yang Sabar, Sabar dalam arti menjalani sesuatu senantiasa tetap konsisten ada didalam jalur yang sudah terrencanakan dengan baik, mengingat bahwa perencanaan jangka panjang akan memberikan konsekwensi pelaksanaan yang lama dan melalui proses yang membutuhkan waktu. Tanpa kesabaran untuk melaksanakan, maka yang dihasilkan hanyalah serpihan serpihan, dan mosaik mosaik yang tak pernah selesai tuntas. Meninggalkan puing puing berserakan yang tak berguna terbengkelai tak memberikan manfaat apapun juga. Mubadzir dan sia sia terbuang dana percuma.

Seperti yang di contohkan dalam kasus System Transportasi Terpadu di Jakarta ini, selama ini telah meninggalkan monumen2 bangunan yang mangkrak, teronggok bangunan bangunan mencuat tak berguna, sementara sudah berapa milyar dana yang di tanamkan disana, sebagai investasi modal yang idle, berapa milyar kerugian dan juga kerugian yang berenteng , investasi sia sia yang malah meninggalkan sisa sisa bangunan tak berguna, mengotori dan melukai pemandangan dan mengingatkan kegagalan masa lalu dan masa kini.

Tidak ada seorangpun yang menyangkal, demikian tersendatnya Proyek Transportasi ini, yang semakin lama, akan semakin memberikan kesulitan berganda dan berkelanjutan, kegagalan menyediakan Mass Tranportation, akan berakibat langsung kepada terdesaknya penyediaan Infrastruktur Transportasi, yang berupa Jalan dan Jembatan, Angkutan umum dan fasilitas transportasi lainnya. Tidak bisa di hitung hanya dengan Kegagalan Ganda itu, tetapi menjadi kegagalan Multi Arah dan Dimensi. Bahkan mengakibatkan terjadinya Double investasi dimana mana. yang ujung ujungnya akan membebani ekonomi secara keseluruhan, dengan meningkatkan biaya ekonomi, High cost economy.

Konsistensi sebagai karakter seorang Pemimpin, adalah kata kunci yang harus di punyai seorang Pemimpin, dan tidak mudah untuk bisa tetap menjaga Konsistensi, karena tak hanya memerlukan Kedewasaan tetapi juga kekuatan mempertahankannya dalam kancah hingar bingarnya ditengah kepentingan, terutama kepentingan bisnis dan Manfaat kepada Pribadi maupun Kelompok dan Golongan.

Setiap Proyek akan menghadirkan Opportunity bagi Pemburu Rente, untuk memperoleh keuntungan yang besar, dan merupakan godaan yang tak mudah diatasi, mengingat disekitar lingkungan Kekuasaan merupakan Kelompok dan Golongan yang bisa terbius dan tergiur dengan kemanfaatannya. Konsistensi terhadap Program jangka panjang adalah Pengorbanan terhadap Opportunity yang tergelar didepan mata, hanya sekedar sedikit membelokkan dan memodivikasi perencanaan/blue print yang telah di rintis Pemimpin masa lalu.

Tetapi semua itu tak susah, hanya membutuhkan Karakter, Kemauan dan Kekuatan Ketahanan terhadap rongrongan dari lingkungannya terhadap godaan untuk menelikung Program Jangka Panjang/Blueprint. Menghentikan setiap usaha untuk merubah Blue Print, dengan mengikuti Nafsu Jangka Pendek dan merubahnya sehingga berakibat menghentikan dan menghalangi pelaksanaan perencanaan yang sudah di sepakti.

Justru, tekad seperti ini yang kita tuntut dari seorang Calon Gubernur DKI, bukan hanya program dan rencana yang akan dilakukan, bukan hanya menebarkan janji janji dan tekad memberikan hasil yang baik dan spektakuler. Walaupun kongkritisasi program dan janji tersebut juga hal yang pokok yang bisa menjadi tolok ukur keberhasilan. Tetapi semua itu adalah Kebutuhan yang Perlu tetapi belum Cukup memadai.

Karakter dan tekad seorang Gubernur adalah modal dasar yang harus di perhatikan, karena manusialah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan seorang pemimpin. Itulah, Track Record seorang Calon Gubernur bisa digunakan sebagai alat untuk mendeteksi, sejauh mana seorang Calon Gubernur itu mempunyai Tekad dan Karakter seorang Pemimpin yang kita butuhkan. Konsistensi dan Komitmen terhadap Blue Print adalah kekuatan seorang calon untuk bisa menyelesaikan semua masalah yang sudah di programkan dalam Blue Print, termasuk Pembangunan yang berkelanjutan, mengatasi Double Investasi, mengurangi terbengkelainya Investasi yang tak menghasilkan Perputaran Ekonomi.

Semoga, kita pemilih yang tak salah memilih, jangan hanya terkecoh dengan penampilan saja, dan juga rencana2 serta janji jani yang manis. tetapi tanpa dasar dan kekuatan seorang Pemimpin untuk tetap Konsisten memegang Amanahnya menyelesaikan dan kesadaran Melanjutkan Pembangunan yang Berkelanjutan berdasarkan Blue Print yang sudah di gariskan.

Selamat memilih, pilih lah pemimpin yang berkarakter kuat dalam menyelesaikan tugasnya agar bisa menjadikan Ibukota Jakarta tercinta ini menjadi kota yang layak untuk habitat kita hidup.

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

.

Jakarta 26 April 2012

.

Zen Muttaqin
sumber http://politik.kompasiana.com

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on April 28, 2012, in copy paste 28 Apr 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: