Jika Railbus Muncul di Ibukota

1335948229838049406Rasanya iri juga melihat Solo memiliki Railbus, angkutan yang merupakan hibrida antara bus dan kereta. Interior dalamnya layaknya bus, namun ia berjalan di atas rel layaknya kereta. Sesuatu yang layak juga diberi kesempatan untuk menjadi solusi kemacetan.

Seperti banyak sejarah keberadaannya yang marak di Eropa pada sekitar tahun 20an, Railbus ini dibuat sebagai salah satu alternatif transportasi yang murah dan cepat. Kereta termasuk pilihan, namun masih kurang cepat. Belum lagi pada masa itu kereta beroperasi hanya pada jam-jam tertentu, sehingga sulit untuk mengaksesnya. Sudah begitu, material pembuatan kereta yang mahal juga menjadi pertimbangan. Sehingga muncullah ide membuat kereta dengan interior bis. Kendaraan ini memiliki relnya sendiri.

Nah, di Indonesia konsep Railbus ini mulai diadopsi. Yang pertama kali menggunakan Railbus adalah Sumatera Selatan. Railbus yang beroperasi sejak 19 Februari 2009 ini diberi nama “Railbus Kertalaya” yang meladeni jalur Kertapati-Indralaya.

Mungkin melihat kesuksesan Sumatera Selatan menggunakan Railbus, Solo pun ingin ikut serta. ‘Batara Kresna’ yang sudah diresmikan hampir setahun ini dikabarkan akan melayani rute Solo-Wonogiri. Pada saat itu, menteri Fredy Numberi-lah yang meresmikannya. Kabarnya, proyek Railbus ini telah menelan biaya Rp 16 milyar. Namun pada 25 April 2012 lalu, entah mengapa rute Solo-Wonogiri yang diresmikan pak menteri malah dialihkan ke rute Solo-Yogyakarta, dan rute yang malah dipersiapkan adalah Sukoharjo-Solo-Yogyakarta. Tanggal 20 Mei mendatang kabarnya akan disiapkan tiket seharga Rp 30 ribu untuk rute ini.

Railbus buatan PT Inka Madiun ini terdiri dari satu rangkaian dengan tiga gerbong dengan kapasitas 160 orang, berkecepatan maksimum 100 km/jam dengan tenaga out-put sebesar 560 Kw yang dibangkitkan dari mesin yang dipasang di rangka bawah. Bus kereta tersebut juga dilengkapi AC serta rak bagasi. Namun ternyata AC-nya masih mengalami kebocoran.

Railbus memang transportasi yang bisa dijadikan salah satu pilihan solusi kemacetan. Misalnya diterapkan di Jakarta, apakah relevan? Jokowi pernah menyatakan ke media bahwa jika dirinya terpilih ia akan membenahi masalah publik di Jakarta. Salah satunya dengan menyulap jalur busway menjadi jalur Railbus. Nah, yang jadi pemikiran saya, busway yang sudah punya jalur sendiri saja sering terjadi kecelakaan, bagaimana ya dengan Railbus? Lalu bagaimana jika ada jalurnya yang bertumbukan dengan jalur alat transportasi lainnya? Dulu Sutiyoso punya program monorail saja tidak selesai, ini Jokowi mau buat Railbus juga? Di Solo dananya habis 16 M, di Jakarta bisa berapa M ya? Nanti jangan-jangan nasibnya sama saja kayak monorail, yang tertinggal puing-puingnya saja tapi alat transportasinya tidak pernah ada.

  • sumber http://transportasi.kompasiana.com/

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on Mei 4, 2012, in copy paste 4 may 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: