Kampanye Negatif Untungkan Jokowi-Ahok

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kampanye hitam tak selamanya dianggap negatif. Itulah yang dirasakan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut Ahok, semakin banyak orang melakukan kampanye hitam, semakin besar pula indikasi pasangan ini memenangkan pemilukada.

“Jadi tidak usah disurvei, orang sudah tahu. Kenapa orang membuat kampanye negatif terhadap kami, itu indikasi kami terus naik untuk bisa menang,” ujar Ahok seusai diskusi ‘Mendorong Kewirausahaan di Kalangan Pemuda Jakarta’ di FX Senayan, Jakarta, Rabu (9/5/2012).

Ahok mengakui, selama ini memang belum masif menyosialisasikan dirinya dan Jokowi maju dalam Pemilukada DKI Jakarta.

Namun, kampanye hitam yang belakangan merebak lewat brosur, ternyata menyadarkan orang bahwa ada Wali Kota Solo Jokowi maju sebagai cagub DKI Jakarta.

Bekas Bupati Belitung Timur  menambahkan, dari informasi tim sukses, kampanye hitam berupa pamflet banyak tersebar di Jakarta Barat. Lalu, menyebar rata di seluruh Jakarta.

Bagi Ahok, dengan kampanye hitam, si pelaku atau donatur telah memberikan promosi gratis untuk Jokowi-Ahok.

“Sekarang, dengan penyebaran itu, kami tidak keluar biaya, dan tiba-tiba seluruh DKI sadar, oh ada Jokowi ya, Wali Kota Solo mau jadi Gubernur DKI. Jadi, kami sudah tertolong sosialisasi,” tuturnya.

Ia juga tak heran ketika kampanye hitam itu dilakukan secara terbuka lewat demonstrasi membawa spanduk di Bunderan HI, atau ada yang mengadu ke KPU DKI Jakarta, bahwa Jokowi tak pantas mencalonkan diri lantaran masih terikat sebagai Wali Kota Solo.

Dari pengalaman Ahok, demonstrasi seperti yang terjadi belakangan, dengan mengatasnamakan forum, gerakan menolak ini dan itu, mirip sekali seperti di Bangka Belitung, saat ia mencalonkan di sebagai gubernur Bangek Belitung (Babel) pada 2007.

Tindakan itu bukan murni warga, tapi ada perusahaan atau lembaga survei yang dibayar.

Sedangkan terkait orang yang melapor ke KPU DKI Jakarta karena status Jokowi masih sebagai Wali Kota Solo, menurut Ahok, salah alamat.

Kalau ada keberatan soal undang-undang, keputusan tertinggi ada di Mahkamah Konstitusi, yang sudah memutuskan kepala daerah cukup cuti untuk mencalonkan diri di tempat lain.

“Orang yang menuntut itu, sekadar mau mempertanyakan, atau dia tidak mengerti aturan. Kampanye negatif selalu ada intelektual di belakangnya. Tapi, kepentingan dia apa. Katanya, PDI-P berencana melapor ke polisi. Kalau kami, tim sukses akan melaporkan setelah ditetapkan,” jelasnya. (*)

sumber http://jakarta.tribunnews.com/

Iklan

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on Mei 9, 2012, in copy paste 9 may 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: