Belajar dari Jokowi (03) : Pro Pasar Tradisional

Dalam menerapkan ekonomi politik di Kota Solo, Jokowi lebih memilih melakukan pembentukan akses-akses yang mempermudah rakyat mengakses sumber-sumber ekonomi. Akses termudah bagi rakyat dan tidak berbiaya modal tinggi adalah akses pasar.

Pasar dibikin untuk melayani masyarakat Solo, ini artinya : Pasar dimasuki oleh warga dan dikonsumsi oleh warga. Selain itu Pasar akan membentuk karakter tersendiri bagi orang Solo. Pasar tidak boleh hilang karena Pasar itu juga sejarah kota.

Banyak  yang menuding apa yang dilakukan Jokowi adalah pencitraan, namun bukti menyatakan bahwa tindakan Jokowi merelokasi sekitar 15 Pasar dan PKL dan membuatkan mereka pusat-pusat Pasar baru menumbuhkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di masa sebelum Jokowi, PAD adalah 7,8 milyar masuk dari retribusi pasar, meningkat menjadi 19,2 milyar. Ini secara hitung-hitungan ekonomi saja, ekonomi yang pro rakyat justru lebih besar daripada pendapatan yang dihasilkan dari Mal. Dari Mal didapatkan hanya iuran Pajak Bangunan saja.

13370870851769949777

Para pedagang tentunya akan bersemangat membayar retribusi yang kemudian dikembalikan oleh Pemkot Solo sebagai perbaikan-perbaikan fasilitas Pasar. Jokowi berkeyakinan kalau memang niat kita baik, kita bekerja keras untuk rakyat, “Saya yakin kita bisa menciptakan pasar-pasar rakyat bersih seperti Hypermarket modern”. Pasar Hypermarket itu sebenarnya adalah perusahaan yang bisa dibentuk manajemennya dengan amat rapi seperti sebuah Koperasi raksasa. Dalam hal ini Jokowi sudah mencoba bereksperimen membangun pasar yang modern dan rapi dalam tahapan awal,  ternyata eksperimennya ini berhasil. Pasar Rakyat menjadi ide yang amat bagus mengembangkan sistem ekonomi politik berkesejahteraan.

Selama Masa Pemerintahan Jokowi di 5 tahun pertama, Jokowi sudah merelokasi 5.817 Pedagang Kaki Lima (PKL),  memperbaiki 15 Pasar dari 37 Pasar Tradisional yang ada.  Kerja politik Jokowi ini sangat menyentuh langsung ekonomi rakyat banyak,  dalam melakukan pendekatan-pendekatan perbaikan pasar, Jokowi amat sabar dan terus melakukan negosiasi sehingga mengerti apa maunya para pedagang.  Di masa pemerintahan Jokowi inilah tukang becak bisa mendapatkan penghasilan sampai 25 ribu/hari, ini jumlah yang cukup besar untuk ukuran Solo. Jadi kerja Jokowi benar-benar menyentuh kehidupan mereka.

Kebijakan Jokowi tidak anti mall dan anti investasi, namun Jokowi berpendapat sebelum Mall masuk, atau Investasi besar masuk, rakyat sudah mapan lahan bisnisnya, sudah mapan segala bentuk aksesnya sehingga rakyat tidak lagi kesulitan dalam menciptakan lahan pendapatan mereka. Jokowi memperkirakan bila akumulasi modal rakyat itu sudah kuat akan dengan sendirinya tercipta cluster-cluster bisnis yang tidak mengganggu antara satu dengan yang lainnya, antara ekonomi kerakyatan dan ekonomi bermodal raksasa, ini harus dijaga keseimbangannya.

Namun bagi Jokowi, ekonomi rakyat adalah yang utama dan Pasar harus diletakkan dalam kerangka etalase pembangunan sebuah kota. Pasar harus bisa menempatkan dirinya menjadi showroom bagi Petani, Showroom bagi Nelayan dan Showroom bagi pengusaha-pengusaha kecil. Sehingga mereka bisa membangun daya kompetitifnya.

Pemerintah harus bisa melakukan pembentukan watak kompetitif pedagang, caranya ya harus konkret : Pasar disediakan, pedagang kecil diberi tempat gratis, biarkan mereka berkembang dan membayar retribusi lalu rakyat menciptakan pasarnya sendiri, ekonomi kesejahteraan berbasis rakyat kecil terselenggara, itulah  kesetiaan Jokowi pada Pasal 33 UUD 1945.  Bahwa Ekonomi disusun secara kekeluargaan dan tidak dilandasi saling memakan antara pemodal besar dengan orang yang lemah ekonominya.

-Anton DH Nugrahanto-

sumber http://politik.kompasiana.com

Iklan

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on Mei 15, 2012, in copy paste 15 may 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: