Jokowi-Ahok Bersyukur Ada Kampanye Hitam

TEMPO.CO, Jakarta – Menjelang pemilihan kepala daerah Jakarta pada 11 Juli 2012, sejumlah kampanye hitam mulai marak. Kampanye hitam itu menyerang pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tertentu. Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, misalnya. Di kalangan masyarakat tersebar selebaran yang bertuliskan jika Jokowi bukan pemimpin yang amanah. Sebab, dia meninggalkan jabatannya sebagai Wali Kota Solo untuk maju menjadi Gubernur DKI.

Mendapat serangan begitu, tidak membuat Jokowi dan Ahok, sapaan Basuki, berang. Malah mereka bersyukur mendapat kampanye hitam semacam itu. “Secara tidak langsung kami mendapat bantuan promosi dari pihak lawan,” kata Ahok setelah Debat Program Kesehatan Cagub-Cawagub DKI Jakarta 2012 di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Senin, 14 Mei 2012.

Menurut Ahok, serangan berupa kampanye hitam itu secara tidak langsung menunjukkan Jokowi dan dia berpeluang memenangkan pilkada DKI atau menempati posisi kedua. Sebab, jika mereka tidak mempunyai potensi menang, pihak lawan pun tak akan ada yang mau repot melakukan kampanye hitam. “Ngapain juga mereka menghabiskan tenaga dan pikiran untuk black campaign ke pasangan yang enggak mungkin menang,” ujar Ahok.

Saat ini, Ahok melanjutkan, sekitar 40 persen warga Jakarta masih belum mengenal Jokowi-Ahok. Di sisi lain, untuk kampanye, Jokowi dan ia memiliki dana terbatas. Dengan adanya kampanye hitam, masyarakat pun jadi mengenal pasangan nomor urut tiga ini.

“Kampanye hitam malah sosialisasikan keberadaan kami,” ujarnya. “Jadi masyarakat penasaran dan mencari tahu tentang Jokowi-Ahok. Kampanye hitam berubah putih.”

Selain bersyukur, Jokowi-Ahok sudah memetakan kantong-kantong Jakarta yang telah terpengaruh dengan kampanye hitam. Dan untuk menetralisasi pandangan masyarakat, Jokowi-Ahok berencana mendatangi kantong-kantong itu. “Ketika kami ngomong, masyarakat tahu mana yang tulus dan mana yang bulus,” ujarnya.

Dalam pemilihan kepala daerah Jakarta 2012, Ahok maju menjadi calon Wakil Gubernur DKI mendampingi calon Gubernur Joko Widodo atau Jokowi. Sesuai keputusan Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta pda Jumat, 11 Mei 2012, Jokowi-Ahok menempati nomor urut tiga dalam pemilukada. Selain mereka, ada lima pasangan lain yang dinyatakan lolos proses verifikasi.

Pasangan itu adalah Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di urutan pertama, nomor urut dua pasangan Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patri, nomor urut empat pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, nomor urut lima pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin, dan nomor urut enam pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono.

sumber http://www.tempo.co

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on Mei 15, 2012, in copy paste 15 may 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: