Pemimpin untuk Rakyat

Jakarta beberapa hari ke depan akan disibukkan dengan gelaran Pilgub DKI. Pesta demokrasi bagi warga Jakarta tersebut sudah mendekati hari yang dinantikan. Maka tak aneh jika semua calon gubernur DKI Jakarta berbenah dan pasang kuda-kuda. Pilgub DKI menjadi menarik lantaran secara geografis berlangsung di Jakarta atawa jantung dari Indonesia. Bagaimanapun Jakarta adalah cerminan dari Indonesia. Baik-buruk Indonesia di mata dunia boleh jadi dilihat lewat barometer ibu kota, yakni Jakarta.

Oleh karena itu, siapa pemimpin Jakarta amat menentukan wajah Jakarta itu sendiri, dan wajah bangsa pada umumnya. Sehingga persoalan memilih pemimpin untuk Jakarta tidak menjadi perhatian bagi penduduk DKI belaka, namun juga penting untuk diperhatikan (dan dikawal) seluruh masyarakat Indonesia. Partisipasi masyarakat di luar DKI tentu tidak dengan menyontreng saat hari pemilihan. Tapi bisa dengan melakukan kerja-kerja literasi politik di lingkungan sekitar dalam rangka pengarusutamaan wacana menjadi pemilih rasional. Yakni memilih berdasarkan rekam jejak, pengalaman, dan prestasi yang pernah diraih cagub. Hal ini diharapkan meminimalisir parktek politik transaksional, money politic dan voter buying.

Pilgub DKI kali ini menghadirkan enam pasang calon. Empat pasangan calon diusung partai politik atau gabungan partai politik, yaitu Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama (PDIP dan Gerindra), Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Partai Demokrat, PKB, Hanura, dan PBB), Alex Noerdin-Nono Sampono (Golkar, PPP, PDS), Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini (PKS). Sementara dua pasangan dari jalur independen yaitu Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendardji Soepandji-A Riza Patria.

Fenomena Jokowi

Majunya Jokowi di pilgub DKI menjadi fenomena yang menarik dan patut disoroti. Pada mulanya Jokowi memang bersikeras tidak akan maju dalam pilgub DKI. Namun karena desakan dari partai dan masyarakat, juga hasil survei, akhirnya Jokowi maju dalam pilgub DKI didampingi Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. Warga Solo yang dipimpin Jokowi tak ayal terpecah menjadi dua kubu, yakni yang mendukung Jokowi berjuang di Jakarta dan mereka yang meminta Jokowi tetap bertahan di Solo. Mereka yang mendukung, seperti misalnya para pedagang sayur di salah satu pasar di Solo, menginisiasi patungan untuk membantu kampanye Jokowi di Jakarta. Meski hasil patungan itu tak seberapa, namun semangat dan bukti kecintaan masyarakat Solo terhadap Jokowi dapat dilihat di situ.

Bukan hanya seputar dukungan kepada Jokowi yang menarik, namun juga soal manuver ‘lawan politik’ Jokowi pun tak kalah menarik. Jadi, ketika menit-menit akhir pendaftaran calon gubernur, partai PDIP belum menentukan siapa calon yang akan diusung. Barulah ketika pendaftaran akan ditutup PDIP mengumumkan bahwa Jokowi-Ahok menjadi ‘jagoan’ mereka di pilgub DKI. Demi mendengar Jokowi maju di pilgub DKI, tak pelak PKS kebakaran jenggot. Mereka yang awalnya menjagokan Bang Sani (Triwisaksana) segera putar haluan dengan memasang Hidayat Nur Wahid. Setidaknya untuk mengimbangi popularitas Jokowi.

Kehadiran Jokowi di bursa calon gubernur DKI sedikit banyak memunculkan harapan akan hadirnya pemimpin untuk rakyat. Pasalnya, sepanjang pengamatan, belum ditemui pemimpin, khususnya di DKI yang berpihak pada rakyat. Mereka cenderung berada di barisan para pemodal dan konglomerat. Sebagaimana diketahui, perputaran uang bergerak cepat di Jakarta. Proyek-proyek pembangunan pemerintah pusat berkutat di Jakarta, belum lagi para pengembang dan investor, entah itu yang ingin membangun mall dan apartemen dan proyek lainnya.

Karena sibuk memperkaya diri dan golongan maka rakyat terabaikan. Sifat seperti itu setidaknya belum terlihat pada diri Jokowi selama ia menjadi walikota Solo. Alih-alih terlibat korupsi, Jokowi justru sibuk menorehkan prestasi. Teranyar adalah saat ia mengenalkan mobil Esemka kepada publik dan berjuang menjadikannya mobil nasional. Dari situ terbaca kecintaannya pada Indonesia terutama kepada wong cilik. Adapun profil lengkap tentang Jokowi dapat dibaca di dua buku biografi Jokowi yang telah diterbikkan Penerbit Ufuk dan Noura Books.

Tulisan singkat ini tidak hendak memposisikan Jokowi sebagai satu-satunya pemimpin yang layak duduk sebagai DKI 1. Namun hanya ingin menyampaikan bahwa Indonesia hari ini telah melahirkan pemimpin yang dinanti-nantikan rakyat, yang seyogyanya bisa membenahi Jakarta. Siapapun tahu, Jakarta hari ini mengidap banyak penyakit semisal banjir, macet, masalah transportasi dan keamanan. Menurut hemat penulis, hanya pemimpin yang sudah jelas track record, pengalaman dan prestasinya yang dapat menata Jakarta menjadi Jakarta baru. Yakni Jakarta sebagai kota modern yang tertata rapi dan manusiawi, dengan kepemimpinan dan pemerintah yang bersih dan melayani. Sebab sekali lagi, Jakarta adalah cerminan Indonesia, cerminan kita semua.

sumber http://politik.kompasiana.com

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on Mei 16, 2012, in copy paste 16 may 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: