Jokowi Dapat Gelar Bangsawan Surakarta

TEMPO.COSurakarta -Wali Kota Surakarta Joko Widodo akan diundang oleh Keraton Kasunanan Surakarta untuk menerima gelar bangsawan. Selain Joko Widodo, gelar tersebut juga akan diberikan kepada Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo serta empat orang menteri.

Gelar tersebut diberikan dalam rangkaian Tingalan Jumenengan Dalem yang merupakan peringatan ulang tahun bertahtanya raja. Puncak acara Tingalan Jumenengan Dalem diselenggarakan pada 15 Juni mendatang. “Rencananya para pejabat itu memang akan diundang khusus oleh Sinuhun Paku Buwana XIII,” kata Ketua Dewan Adat, GKRay Koes Murtiyah, Sabtu 9 Juni 2012.

Dia mengakui, pemberian gelar kepada enam pejabat itu terkait dengan proses rekonsiliasi dua raja yang belum lama ini terjalin. “Sinuhun menganggap mereka berjasa dengan memfasilitasi rekonsiliasi itu,” kata adik kandung PB XIII tersebut. Hanya saja, Murtiyah sendiri mengaku belum mengetahui gelar yang akan didapatkan para pejabat tersebut.

Penganugerahan akan diberikan sehari sebelum puncak acara Tingalan Jumenengan Dalem. “Selain mereka, ada juga masyarakat lain yang menerima gelar dari keraton,” kata Murtiyah.

Selama ini, keraton selalu memberikan gelar kepada sejumlah tokoh dan abdi dalem setiap Jumenengan. Untuk Jumenengan tahun ini, setidaknya ada 400 orang yang menerima gelar kebangsawanan. Pemberian gelar dibagi dalam tiga hari, 9, 10 dan 14 Juni 2012.

Menurut Murtiyah, prosesi Tingalan Jumenengan Dalem pada tahun ini akan mengikuti tradisi yang sudah berlangsung selama ratusan tahun. Salah satunya adalah melakukan ziarah ke makam raja-raja serta leluhur yang terkait sejarah keraton. “Kami juga sudah melakukan ziarah ke Makam Imogiri,” katanya.

Selain itu, mereka juga telah mempersiapkan tarian Bedhaya Ketawang. Tarian mistis itu memang menjadi salah satu syarat dalam menggelar Jumenengan. “Para penari sudah mulai berlatih dan akan mulai dipingit pada pertengahan pekan depan,” kata Murtiyah.

Satu-satunya prosesi khusus adalah acara sungkeman atau permintaan maaf dari Panembahan Agung Tedjowulan kepada kerabat keraton. Tedjowulan dianggap pernah pelanggaran adat dengan menobatkan diri sebagai raja. “Prosesi itu menjadi satu bagian dari rekonsiliasi,” kata Murtiyah.

Pengageng Bidang Hukum Keraton Kasunanan Surakarta, KP Eddy Wirabhumi menyebutkan jika keraton juga memberikan gelar kebangsawanan kepada Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang non Yudisial, Ahmad Kamil. “Dia berhak mendapat gelar karena ternyata masih memiliki kekerabatan dengan Keraton Surakarta,” katanya. Menurutnya, Kamil masih merupakan salah satu kerabat dari Paku Buwana IV yang banyak terdapat di Madura.

Saat ditemui usai penganugerahan gelar, Ahmad Kamil mengaku bangga dengan gelar barunya tersebut. “Saya mendapat gelar Kanjeng Raden Arya,” katanya yang hadir ke keraton dengan pakaian adat Jawa. Dia berjanji akan semakin banyak mempelajari masalah hukum adat serta budaya setelah mendapat gelar itu. Menurutnya, hukum adat memiliki pengaruh yang cukup besar dalam hukum yang berlaku di Indonesia.

AHMAD RAFIQ

sumber http://www.tempo.co

Iklan

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on Juni 10, 2012, in copy paste 10 june 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: