Jokowi: Wajar, Presiden dan Gubernur Digugat Warga Karena Macet

Jakarta – Calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menilai, wajar jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo digugat dua warga Jakarta, karena kemacetan lalu lintas di ibu kota Indonesia ini sudah kelewat parah.

“Ini bukan masalah dukung mendukung. Tapi masalah realitas, masyarakat jengkel dan kemudian menggugat. Saya kira itu wajar,” nilai Jokowi, sapaan akrab Wali Kota Solo itu, saat dimintai tanggapan soal gugatan atas kemacetan Jakarta yang dilayangkan Agustinus Dawarja dan Ngurah Anditya terhadap Presiden SBY dan Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jakarta, Minggu (24/6).

Menurutnya, kemacetan Jakarta memang menjadi masalah bagi warganya dan pemerintah berkewajiban harus menyelesaikan permasalahan kemacetan Kota Jakarta yang kian hari bertambah parah.

“Ya namanya masalah harus diselesaikan, sehingga masyarakat melihat, ada progres, ada perkembangan,” ujarnya.

Dikatakan, gugatan itu dinilainya wajar kaarena selama 5 tahun, presiden dan gubernur DKI tidak mempunyai upaya dan langkah nyata menyelesaikan kemacetan Kota Jakarta yang kian hari kian parah dan menghambat mobilitas warganya.

“Ada nggak selama 5 tahun ini, ada perkembangannya untuk menyelesaikan masalah itu. Kalau ada yang menggugat, ya mungkin itu jengkel banget,” ungkapnya.

Dikatakan, meski tidak dapat merampungkan masalah kemacetan Jakarta 100 persen. Namun, setidaknya ada perubahan selama kurun waktu 5 tahun yang menunjukan ada kinerja pemerintah mengatasi kemacetan.

“Tidak merampungkanlah, Mungkin memang tidak harus selesai, tapi ada perkembangan dalam 5 tahun itu. Misalnya, monorelnya jadi atau busway semua koridor jadi, ini ada proses ada perkembangan. Kalau ga ada apa-apa, kemana-mana macet-macet ya masyarakat jengkel banget,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam permohonan citizen lawsuit itu, Agustinus Dawarja dan Ngurah Anditya meminta SBY dan Foke membuat 8 kebijakan untuk menanggulangi macet. Mereka tidak menuntut gugatan dalam besaran uang.

“Citizen lawsuit (gugatan warga negara terhadap negara) memang tidak ada nilai gugatan materi,” ujar Ngurah sebagai penggugat.

Sebagai advokat yang berkantor di kawasan segitiga emas Kuningan, Jakarta, kemacetan merupakan mimpi buruk bagi mereka. Ngurah merasa hal ini juga dirasakan oleh seluruh orang yang hendak beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya. “Kami mendaftarkan kasus ini pada 31 Januari 2012 lalu.” [IS]

sumber http://www.gatra.com

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on Juni 25, 2012, in copy paste 25 june 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: