Koaliasi Partai Tidak Akan Mengalahkan Jokowi-Basuki

Saya beberapa hari ini agak terheran-heran melihat pemberitaan pengamat di beberapa media, termasuk pengamat di kompasiana yang menimbang-nimbang apakah Jokowi-Basuki akan kalah jika PKS dan Golkar berkoalisi dengan Foke-Nara???

Bahkan lebih parahnya lagi para pengamat itu menambahkan bulat-bulat perolehan suara pada pilkada putaran 1 untuk pasangan Foke-Nara.

Misal :

Foke-Nara 33% + PKS 11% = 44%

Jokowi-Basuki = 42%

Maka pemenangnya adalah Foke-Nara

Saya kira para pengamat politik itu pasti pintar, tapi setelah mereka mengatakan itu, saya jadi ragu kecerdasan mereka dalam menganalisa. Anehnya beberapa orang di kompasiana itu juga ikut pemikiran panelis yang mana menimbang-nimbang koalisi.

HEY BUNG PENGAMAT !!!

Warga Jakarta memilih bukan berdasarkan partai tapi FIGUR. Jadi cara menganalisanya bukan begitu.

Coba bayangkan saja partai Golkar, tentu walaupun Golkar memperoleh cukup banyak suara di DKI tapi calonnya si Alex-Nono malah mendapat 3% saja. Itu penyebabnya karena figur Alex Nurdin yang jelek di mata masyarakat Jakarta. Alex Nurdin kesandung kasus suap wisma atlet yang mana Alex Nurdin meminta fee 3% kepada Nazzarudin. Selain itu Alex pernah selingkuhi istri sah orang bernama Sisca. Moral jatuh, figur hancur. Walau Alex Nurdin didukung partai berkuasa, tetap saja tidak akan terpilih sebab pemilih melihat berdasarkan figur, bukan partai.

Demikian juga Fauzi Bowo, si gubernur gagal ini walau didukung oleh partai berkuasa Demokrat dan puluhan partai di belakangnya, lalu berkoalisi dengan Golkar, PKS, PAN, PPP, dsb. Tetap saja akan dipecundangi oleh Jokowi-Basuki, sebab masyarakat menilai berdasarkan figur, bukan partai.

Jadi desas-desus pengamat politik yang mengatakan Jokowi-Basuki akan kalah jika Foke-Nara berkoalisi dengan partai A, B, C. Itu semuanya HOAX dan mungkin mereka tahu itu tapi berusaha menutupinya.

Kita tahu figur Jokowi yang santun, cerdas, tegas, egaliter, ramah, merakyat akan lebih disukai banyak orang ketimbang figur Foke yang jiwanya tidak stabil, sifat pemarah, otoriter, sok kuasa, kasar, nepotisme, korup, sombong, arogan, dan suka meremehkan orang lain. Foke memang seperti itu, sudah jadi rahasia umum, semua PNS DKI tahu semua hal itu.

Tambah parahnya lagi, hasil suara Foke-Nara yang 33% itu adalah hasil tipu menipu Foke yang membayar lembaga survei untuk memenangkan dirinya mendekati 50+1%.

Banyak warga Jakarta yang melihat hasil survei bayaran itu mengatakan, “Ya sudahlah Foke tetep menang, daripada pilkada 2 putaran mending pilih Foke-Nara agar pilkada bisa 1 putaran.”

Coba bayangkan, berapa banyak warga Jakarta yang ingin pilkada 1 putaran, yang mau tidak mau (baca: terpaksa) akan pilih Foke-Nara yang menurut hasil survei bayaran berada jauh di atas pasangan cagub lain.

Tapi dengan kemenangan Jokowi-Basuki maka kenyataan berkata lain, lembaga survei malah melakukan bunuh diri. Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga survei independen pun anjlok. Mata warga Jakarta sudah terbuka bahwa itu adalah survei yang dibayar Foke-Nara untuk memenangkan dirinya. Cara kotor akan dilakukan Foke demi DKI-1.

Suara Foke-Nara yang 33% itu sudah termasuk dari suara penggiringan opini lho. Warga Jakarta yang ingin 1 putaran, maka mau tidak mau akan memilih pasangan ini. Mungkin kalau tidak ada penggiringan opini, suara Foke berkisar 25%. Foke telah membayar lembaga survei untuk melakukan pembohongan publik. Coba saja pada pilkada putaran 2, apakah masih ada yang memilih Foke-Nara?? Warga yang sebelumnya memilih pasangan Foke-Nara karena menginginkan pilkada 1 putaran pun pada September tidak akan memilih Foke lagi sebab merasa tertipu dengan iklan Foke yang penuh dusta dan palsu.

Belum lagi kasus korupsi yang membelit Foke, suara Foke akan turun terus setiap bulan. Hilang tingkat kepercayaan terhadap Foke karena Foke gagal membangun Jakarta.

Tapi bukan Foke namanya kalau tidak menghalalkan segala cara, Foke akan habis-habisan di pilkada putaran 2. Sebab kalau Foke sampai kalah maka seluruh akhir hayatnya akan dihabiskan di sel penjara, korupsinya GILA.

Foke akan gunakan cara kampungannya lagi yaitu isu SARA dan isu kedaerahan untuk menjatuhkan Jokowi-Basuki. Karena Foke sadar kalau Jokowi-Basuki tidak memiliki cacat dalam prestasinya maka dia gunakan cara licik yang berbau SARA, etnis, kedaerahan, dsb. Dari sini sudah terlihat bahwa figur Foke punya mental bobrok dan busuk, masyarakat Jakarta yang cerdas dapat menilai itu dengan mudah.

Maka di putaran 2 jika masih ada pengamat yang masih mengatakan Foke bisa menang jika Foke-Nara berkoalisi dengan partai A, B, C, itu perlu dipertanyakan. Itu berarti pengamat politik itu belum memahami jika warga memilih berdasarkan FIGUR, bukan PARTAI.

Salam,

Jakarta Baru

sumber http://politik.kompasiana.com

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on Juli 13, 2012, in copy paste 13 juli 2012. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Partai2 jadi keliatan busuknya sekarang. Begitu ada figur yg berpihak ke rakyat kecil, kg didukung, huhahahahahahhahaah
    ktauan dah jenis mencari jenis sekarang!
    Tapi makin mudah kok buat masyarakat menilai partai mana yg cuma pingin kenyang harta sekarang, ngumpul disono cui, tuh tinggal di daftar aja!

  2. Para pengamat gadungan cuma bisa ngitung pakai kalkulator, cuman gitu aja anak kelas satu SD juga bisa

    Maju terus JOKOWI – AHOK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: