Duel Foke-Nara dengan Jokowi-Basuki bak El Clasico

JAKARTA–MICOM: Pertarungan pasangan Foke-Nara dengan Jokowi-Ahok di putaran kedua Pemilu Kada DKI Jakarta bagaikan laga Real Madrid kontra Barcelona. Foke-Nara yang didukung banyak parpol tidak mampu menunjukkan performa bagus, sedangkan Jokowi mampu mempertontonkan permainan cantik yang memikat rakyat.

“Diibaratkan kubu Foke ini seperri era Los Galaticos Real Madrid yang ditaburi banyak dukungan parpol tapi jeblok di prestasi. Teruskanlah Jokowi melakukan umpan-umpan pendek ala tiki taka Barcelona berupa menyapa dan menyambangi rakyat. Niscaya Jokowi dengan dukungan koalisi rakyatlah yang menang,” ujar pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia Ari Junaedi, di Jakarta, Kamis (9/8).

Keyakinan Ari merujuk pada hasil Pilgub DKI Jakarta putaran pertama yang ternyata membuktikan banyak hal. Tidak hanya memperlihatkan hasil-hasil prediksi berbagai lembaga survey tidak akurat, juga mempertontonkan dukungan banyak partai politik belum tentu memberikan jaminan menang.

Peneliti yang memfokuskan diri pada pelarian politik tragedi 1965 ini melihat koalisi dengan rakyatlah yang sejatinya akan menang di sebuah pentas pertarungan politik.

“Parpol hanyalah sekoci pengantar tetapi yang paling adalah dukungan riil di akar rumput. Lihatlah Alex Noerdin yang disokong Golkar hancur lebur, PKS yang mencalonkan Hidayat Nurwahid juga jeblok dan Foke yang di-backup Demokrat juga kalah dengan sosok sederhana Jokowi,” jelas Ari.

Karena itu, menyimak episode lanjutan Pilgub DKI di putaran dua, motivasi parpol-parpol yang merapat ke Foke pun patut dipertanyakan.

“Ukuran sukses Foke itu apa? Semuanya kan hanya klaim sepihak. Sangat disayangkan mengapa elite-elite PPP, PAN, Golkar dan PKS mendukung Foke sementara grass root memihak Jokowi,” tandas Ari yang juga dosen terbang di Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang, dan Universitas Dr Soetomo Surabaya ini.

Ari menduga karena kepentingan ekonomis dan politis saja banyak parpol mengalihkan dukungan ke pasangan Foke-Nara. Menurutnya, parpol tidak belajar dari pengalaman dan mendengar suara konstituen dalam memilih calon. (RO/OL-10)

sumber http://m.mediaindonesia.com

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on Agustus 9, 2012, in copy paste 09 agustus 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: