Kemenangan Sudah Ditangan Jokowi-Ahok

Menyimak situasi politik terakhir mendekati pelaksanaan Pilkada DKI, intensitas serangan politik dari kubu Foke-Nara ke kubu Jokowi-Ahok semakin terlihat jelas.  Keinginan kubu Foke-Nara  untuk memenangkan tahap kedua Pilkada ini bahkan cenderung menghalalkan segala cara . Setelah mengerahkan para ustadz kini beberapa pakar pun sudah terlihat mulai menunjukkan keberpihakannya pada kubu Foke. Bahkan serangan yang bernada negative-campaign itu sudah menyerang personality baik si calon maupun keluarga dan orang-orang terdekatnya, bukan lagi  mengkritisi visi, misi maupun program kerja calon gubernur.  Hal ini jelas menunjukkan lemahnya komitment pasangan Foke_Nara untuk berdemokrasi secara elegan.

Di sisi lain, kubu Jokoei-Ahok justru terlihat lebih santai dalam menghadapi putaran kedua Pilkada ini. Ini terlihat dari sikap Jokowi dan Ahok yang terlihat tenang dalam menghadapi berbagai isu miring yang diarahkan kepadanya. Tuduhan bahwa Jokowi dan keluarganya adalah non muslim dan isu korupsi pun bahkan dihadapinya dengan senyum. Ketenangan kubu Jokowi-Ahok dalam menghadapi berbagai negative-campaign dari kubu lawan, sering menimbulkan pertanyaan bahwa Jokowi tidak serius mengikuti kontestasi di Pilkada DKI ini. Namun apakah benar bahwa Jokowi tidak serius ? Ataukah dia hanya melakukan uji keberuntungan ? Sekalipun gagal, dia masih tetap sebagai Walikota Solo? Jawabannya adalah tidak !

Di tengah ketenangan dan kesabaran Jokowi-Ahok, dia sebenarnya sedang mengajari kita, mengajari masyarakat, mengajari para politikus dan para elit di negeri ini, bagaimana cara berpolitik dan berdemokrasi dengan baik. Semua orang tahu Jokowi tidak pandai berpidato dan dia tidak suka berorasi bertele-tele. Dia lebih senang mengajari dengan cara menerapkan langsung dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari. Dia mengajari bagaimana berpolitik dengan menggunakan etika dan kesantunan. Ditengah serangan yang memojokkan dia secara pribadi, dia justru tetap focus pada penawaran visi, misi dan programnya jika kelak menjadi gubernur. DIa sadar, dengan menawarkan visi, misi dan program kerjanya, dia akan menemukan banyak permasalahan  dan solusi untuk masyarakat Jakarta kelak. Berkampanye dengan menyerang kejelekan personal lawan politik, hanya akan menimbulkan fitnah, sinisme dan dendam yang tidak berkesudahan, makanya dia menghindarinya. Nalurinya sebagai pedagang beteul-betul dijaga, dia lebih suka menawarkan keunggulan produk-produknya daripada menjelek-jelekan produk lain hanya untuk menarik konsumen. Itu ia lakukan karena dia menyadari bahwa setiap produk mempunyai segment pasar masing-masing, dan itu hanya bisa dipengaruhi dengan menonjolkan keunggulan produknya.

Jokowi juga sedang mengajarkan bagaimana kekuasaan diperoleh dengan cara yang benar, tidak dengan menghalalkan segala cara dengan menyakiti pihak lawan. Ia juga sedang menguji apa yang dikatakan oleh Nicollo Machiavelli bahwa kekuasaan bisa didapatkan dengan segala cara tidak selalu berlaku. Kekuasaan yang didapat dengan cara yang tidak benar dan menghalalkan segala cara cenderung akan disalahgunakan. Jokowi sangat menyadari bahwa untuk dapat menjalankan kekuasaan dengan benar, maka ia harus mendapatkan dengan cara yang benar pula. Oleh karena itu sangat terlihat dalam kampanye sebelumnya, Jokowi tiidak pernah menyerang secara pribadi lawan-lawan politiknya, tidak melakukan politik uang baik secara-terang-terangan maupun berkedok kegiatan social. Dalam pandangan dia, pangkat tertinggi adalah “pension” dan jabatan yang tertinggi dalam karir manusia adalah “almarhum”, karenanya kekuasaan adalah hanya sebuah tanggung jawab yang diberikan, bukan diminta.

Jokowi telah mengajarkan bagaimana praktek berperintahan dengan baik. Dia menjalankan kewenangannya untuk kemaslahatan rakyatnya dan mengelola birokrasi secara sehat. Di tengah-tengah para kepala daerah yang berlomba-lomba untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) melalui cara instant seperti menarik pajak dan retribusi setinggi-tingginya, dia justru melakukan sebaliknya, menggratiskan biaya retribusi perijinan, retribusi pasar dsb. Dia antara beberapa kepala-daerah yang bersitegang dengan wakilnya, dia justru menunjukkan kemesraannya, walaupun mereka berbeda agama. Jokowi tidak banyak paham tentang teori desentralisasi, tapi ia mahir mengimplementasikannya. Jokowi mengajarkan bagaimana ikatan social harus dibangun, bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah harus dikuatkan lagi. Sekali lagi Jokowi bukan ahli tentang teori social capital seperti halnya R. Putnam, tapi dia sudah menerapkannya.

Tentu apa yang diajarkan oleh Jokowi bukanlah sesuatu yang sempurna, sama halnya, tidak selalu guru lebih pintar dari muridnya. Namun satu hal yang penting adalah seorang guru harus jujur dalam mengajarkan setiap ilmunya padamurid-muridnya. Ya, dia mengajarkan dengan bahasa kesederhanaan dan bahasa kejujuran dalam berpolitik, berdemokrasi dan berpemerintahan. Jadi sekalipun pada  tanggal 20 September 2012 nanti Jokowi-Ahok kalah dalam kontestasi Pilkada DKI, sejatinya dia sudah menang. Menang dalam mengajari kita semua cara berpolitik yang santun dan elegan, sebuah pelajaran yang nyaris sulit kita temukan hari ini, sulit kita lihat pada diri politikus dan para elit yang mengaku diri sebagai negarawan di negeri ini. Jika Jokowi gagal, dia akan kembali ke solo, bernostalgia, bersendagurau dan berdiskusi untuk memecahkan setiap persoalan dengan rakyat yang dicintainya. Dan masyarakat Jakarta akan kehilangan lagi kesempatan itu untuk lima, sepuluh, lima belas tahun bahkan selamanya.

 

Salam Pilkada

sumber http://politik.kompasiana.com

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on Agustus 9, 2012, in copy paste 09 agustus 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: