Jokowi di dukung PB NU untuk jadi GUBERNUR DKI

Keroyokan partai tak harus membuat kubu Jokowi pesimis menghadapi pemilihan DKI satu putaran kedua 20 September nanti. Terbukti mereka tak ragu untuk menolak memasukkan program baru yang mungkin malah akan merusak program utama yang dicanangkan Jokowi buat rakyat DKI Jakarta ke depan.

Mengapa PKS gagal bergabung ke kubu Jokowi? Patut ditelusuri sebab-sebabnya. Namun sebagai partai yang membawa misi tertentu mungkin sulit menyatukan persepsi dan menyingkirkan ego eksklusif mereka.

Atau, jangan-jangan karena begitu mengganjalnya, syarat PKS kepada Jokowi adalah meminta mengganti pasangan Jokowi, si Ahok, dengan orang yang beragama Islam? Hmm… kalau begitu, partai yang masih mengkotak-kotakkan sara tidak masuk kategori partai yang membawa rahmatan lil alamin. Partai yang cuma rahmatal lil PKS jelas tak akan bisa hidup di bumi Indonesia yang berbhineka tunggal ika! itu salah satu kutikpan dari http://politik.kompasiana.com/2012/08/12/kehebatan-jokowi-melawan-pks/ dan adala lagi kutipan  PB NU: Tak Masalah Jokowi-Ahok Menang

http://www.jpnn.com/read/2012/08/12/136623/PB-NU:-Tak-Masalah-Jokowi-Ahok-Menang-

JAKARTA – Ketika pasangan Foke-Nara mendapat amunisi baru berupa dukungan dari PKS, duet Jokowi-Ahok memperoleh angin segar.
Terkait dengan isu SARA yang diembuskan kepada pasangan pemenang pilgub DKI putaran pertama itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Said Aqil Siroj menegaskan, sama sekali tidak ada masalah latar belakang keagamaan seorang pemimpin.

“Keadilan bersama nonmuslim itu lebih baik daripada ketidakadilan bersama muslim,” tandas Said di Kantor PB NU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, kemarin (11/8). Dia menegaskan bahwa itu bukan sekadar keyakinannya, namun juga salah satu kaidah fikih.

Ibnu Taimiyah dalam kitab Siyasah Syar”iyah menegaskan, kalau orang yang adil meski nonmuslim jadi pemimpin, orang Islam pasti akan pula mendapat keadilan. Sebaliknya, jika ada pemimpin beragama Islam yang zalim, orang Islam sekalipun akan dizalimi.

“Tidak banyak kiai atau tokoh yang berani ngomong ini. Tapi, kalau saya berani,” tegas Said.

Berdasar kaidah tersebut, lanjut Said, pasangan Jokowi-Ahok tidak bermasalah di mata NU. “Silakan saja menang, bagi NU tidak ada masalah,” tandasnya. (dyn/c10/ca)

 

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on Agustus 12, 2012, in copy paste 12 agustus 2012. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Apapun pilihan partai…. saya tetap JOKOWI…..kami mendukun gmu….

  2. Apapun alasan & sanggahannya aku tetap memilih orang yang sederhana -bersahaja ,tegas,jujur ,size otaknya besar(pintar-cerdas),punya konsep jelas dan dekat dgn rakyat !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: