Parpol.., Maafkan kalau kami berbeda !

Kekhusukan sholat tarawih tadi malam rasanya tidak seperti biasanya, agak terganggu sedikit dengan teriakan kecil di tengah jamaah. Karena kecapekan atau mungkin karena terlalu semangat berbuka puasa, menjadikan langkah ini agak berat menuju ke masjid, akhirnya sayapun kebagian duduk di shaf belakang. Di saat khutbah tarawih berlangsung, saya sedikit terhenyak dengan teriakan seorang jamaah yang masih tergolong muda. “Yes…! PKS mendukung Foke-Nara!”. Jelas kejadian itu mengganggu konsentrasi saya yang sedang serius mendengarkan kultum tentang persiapan menyambut Idul Fitri. Seketika pikiran saya langsung meresponnya. Lebay…, norak dan bahkan basi…! Begitu komentar saya seketika itu dalam hati. Dalam hati saya, itu sudah saya ketahui (prediksi) jauh-jauh hari sebelumnya. Saya tak punya background ilmu politik atau ilmu klenik untuk memprediksinya. Logikanya sederhana, Partai politik sekarang ini sudah tidak punya ideologi. Motonya hanyalah “logika sesuai logistik” atau “pendapat harus sesuai pendapatan” itu saja. Karena itu ketika seorang petinggi PPP mengatakan bahwa episode 2 Pilkada DKI akan diwarnai pertarungan ideologi, perut saya jadi makin keroncongan. Lagi-lagi saya menggunakan logika sederhana, pertama :Parpol yang berasaskan Pancasila pasti menolak SARA tapi mengakui dan menerima kebinekaan, sesuai Sila III “Persatuan Indonesia”. Ideologi Pancasila menolak politik uang, karena Sila I Pancasila berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” bukan “Keuangan Yang Maha Kuasa”.

Kedua: Parpol yang berdasarkan Islam tidak akan menyebarkan kebencian, fitnah dan pertikaian. Jadi lugas saja, ideologi mereka hanyalah kekuasaan atau uang. Bungkusnya bisa bermacam-macam, bisa amplop, bisa jabatan,bisa proyek yang semua dijilid dalam buku yang bersampul “kesamaan visi  dan missi”. Tidak sulit untuk mencari bukti, lihat saja, ketika putaran pertama Pilkada DKI calon dari Golkar, PPP, PKS secara “vulgar” menelanjangi kegagalan Foke dengan slogannya “Kita beresin Jakarta”, “Tiga Tahun Bisa” dsb. Selanjutnya dengan mudahnya mereka menjilat ludahnya untuk mengatakan “DIa Ahlinya”, “Dia Berpengalaman” dsb. Rasanya belum ada ilmu yang bisa menjelaskan berubahnya sikap yang seperti itu,  bahkan ilmu psykologi sosial-pun.

Pikiran saya pun kembali menerawang jauh meninggalkan isi ceramah kultum tadi malam. Saya kembali mengingat-ingat isme-isme yang sempat bersarang di kepala ini bahwa politik itu kotor. Ya.., mereka tidak salah, mereka boleh memilih ideologi apapun dan bisa untuk mencapai tujuan mereka, dan biarkan pula rakyat mempunyai pilihan masing-masing, tanpa harus dilabeli “kafir”, atau mendiskreditkan mereka karena kamipun punya “ideologi” sendiri.

Salam Pilkada.

sumber http://politik.kompasiana.com/2012/08/12/parpol-maafkan-kalau-kami-berbeda/

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on Agustus 12, 2012, in copy paste 12 agustus 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: