Mesin Game Jokowi VS Mesin Partai Foke

Oleh : Supriadi Purba

Koordinator Bidang Komunikasi dan Media Center Tim Kampanye Jokowi-Basuki, Budi Purnomo, mengatakan bahwa game ini juga mulai populer di kalangan peselancar dunia maya. Begitu pula di sosial media, permainan ini mulai menjadi pembicaraan. “Kami mengharapkan dukungan para penggiat media sosial untuk terus-menerus menyosialisaikan game edukatif ini,” kata Budi, di Jakarta, Kamis (16/8/2012). Ia menjelaskan bahwa hingga pukul 12.00 WIB hari ini, yang memainkan game ini sudah menembus angka 100.000 kali baik yang masuk melalui jalur web metric, Facebook, maupun fun game (kompas.com)

Fenomena Jokowi-Ahok tidak hanya muncul di dunia nyata, di dunia maya ternyata ada sebuah game yang sudah menjamur ke masyarakat. Sebuah produk orang-orang kreatif yang menarik perhatian dalam memberikan sebuah kampanye dengan slogan selamatkan Jakarta. Sebuah slogan yang menarik perhatian masyarakat sampai-sampai sudah menembus angka 100.000 pengguna. Tentu dengan slogan selamatkan Jakarta di dunia maya tersebut maka famor dan popularitas Jokowi akan semakin meningkat dan kehendak masyarakat untuk Jokowi akan terrealisasi sebagai Gubrnur DKI Jakarta.

Dukungan yang dibuat oleh inisiator game Selamatkan Jakarta dari perusahaan asal Bandung Metric Design, Juwanda, timnya pernah mempertontonkan game ini di hadapan Jokowi dan tim sukses. Setelah game jadi, mereka bertemu dengan difasilitasi indovasi sekitar dua pekan lalu.“Jokowi bilang kebagusan (terlalu bagus),” kata Juanda kepada merdeka.com, Rabu (15/8). Selanjutnya, Jokowi mengaku tidak menyangka ada karya yang memberi dukungan kepada upayanya mengubah Jakarta menjadi lebih baik. “Dia sama sekali nggak nyangka ada game seperti ini,” ujar Juwanda.

Sebuah bentuk kepedulian masyarakat luas terhadap sosok Jokowi yang  bakal bersaing ketat dalam putaran ke dua dengan Foke-Nara. Dukungan ini sekaligus juga membuktikan bahwa kekuatan rakyat yang dibangun Jokowi-Ahok ternyata benar, bahwa ketika Partai Politik berlomba-lomba untuk mendukung Foke-Nara dengan segala alasan, masyarakat mengambil inisiatif sendiri dalam memberikan kontribusinya. Sebuah fenomena yang sangat unik dan bisa menjadi contoh bagi pembangunan demokrasi yang lebih baik.

Dukungan moral ini juga akan memperkuat koalisi bersama rakyat, apalagi bentuk dukungan yang ditampilkan oleh inisiator game ini bentuknya mengajak semua pengguna internet pada khususnya untuk mendukung Jokowi (sebagai pemeran game) untuk menyelamatkan Jakarta dari berbagai macam tantangan. Sebuah ilustrasi yang sangat menarik, tidak membosankan malahan setalah memainkan permainan ini akan menambah senyum para pemain da sejatinya tentu juga senyum itu untuk kemenangan Jokowi pada putaran ke dua.

Menempatkan posisi Jokowi sebagai actor dalam game ini adalah sebuah langkah yang sangat bagus. Apalagi dengan keberhasilannya di Solo, menunjukkan begitu terbukanya ruang itu jikalau kemudian dia terpilih. Apalagi dengan sosok kesederhanaan dan kesahajaannya yang sudah terbukti, tentu akan membersihkan Jakarta dari segala bentuk kemunafikan oleh para pelaku birokrasi ataupun aparat pemerintahan yang ada. Akhirnya Jakarta impian masyarakat tercapai dan akhirnya Jakarta untuk Indonesia.

Ketulusan Jokowi dan Partisipasi Masyarakat

 

Ibarat pertandingan memperebutkan medali emas pada sebuah kejuaraan FI. Jokowi memakai kereta yang mesinnya dari dukungan rakyat, sementara Foke memakai kekuatan partai politik pengusungnya.  Tentu pertandingan yang akan berlangsung seru, semua orang menantikan bagaimana respon masyarakat yang kemudian menjadi penentu terakhir dalam pemilihan Gubernur putaran ke-dua di Jakarta. Masyarakatlah yang kemudian mengarahkan kemana estapet kepemimpinan Jakarta untuk periode 2012-2017.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) memprediksi bahwa putaran kedua Pilkada DKI Jakarta pada September 2012 akan berlangsung sengit. “Terutama mengenai adu strategi yang akan diterapkan oleh tim sukses masing-masing calon dalam menjaring pemilih calon gubernur dan wakil gubernur,” kata Direktur Komunikasi LSI Burhanuddin Muhtadi di Kantor LSI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012). Oleh karena itu, Burhanuddin mengatakan harus pandai-pandai membaca strategi tiap-tiap pasangan calonpada putaran kedua nanti. Ia menilai pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) memiliki kesempatan lebih besar untuk merangkul pemilih calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) lain (kompas.com).

Pertarungan koalisi partai politik melawan koalisi masyarakat bahkan akan berpengaruh terhadap kondisi perpolitikan ke depan. Apalagi posisi tawar Jokowi yang hanya didukung oleh dua partai sudah terlihat sangat signifikan. Sementara Foke nayat-nyatanya hanya menang factor dukungan partai politik. Partai politik yang sangat prakmatis, mengolok-olok pasangan Foke-Nara pada putaran pertama yang diusung partai Demokrat. Tetapi berubah haluan pada putaran ke-dua 180 derajat penuh. Sebuah pendidikan politik yang sangat prakmatis dan targetnya hanya kekuasaan.

Gejala ini menunjukkan bahwa partai politik kebanyakan tidak suka terhadap sosok Jokowi yang dikenal sederhana dan loyal. Partai politik takut tokoh pembaharu yang nantinya memimpin akan menghalangi setiap tujuan politik yang bakalmenjadi agendanya di ibu kota. Sikap partai politik juga kemudian yang beralih ke Foke seperti partai Golkar, PPP dan PKS akan berakibat pada turunya simpati masyarakat tidak hanya di Jakarta tetapi juga di seluruh Indonesia. Karena bagi masyarakat apa yang dialami oleh Jokowi-Ahok adalah bentuk pengeroyokan terang-terangan dan sejatinya itu tidak baik dalam dinamika politik.

Selain itu juga mesin politik Foke juga melakukan terobosan dalam kampanye negatifnya, hal ini tentu berujung pada semakin kasihan masyarakat terhadap Jokowi. Tidak lain karena kesempatan yang dilakukan oleh sebagian tim sukses Foke ternyata tidak dianggap dewasa, seperti yang dilakukan oleh Rhoma Irama beberapa hari yang lalu. Membuat sebuah pernyataan yang berlatar belakang SARA, yang tujuannya Cuma satu yakni agar masyarakat tidak memilih pasangan Jokowi-Ahok yang pelangi.

Ironi bukan, sebuah kenyataan politik bagaimana menghalalkan segala cara kaitan dengan melakukan kampanye terselubung dengan tujuan politik menaikkan citra pasangan yang didukungnya. Dengan bahasa-bahasa agama, merka yakin masyarakat terpengaruh,. Sejatinya bahasa Jokowilah yang bisa memperngaruhi, termasuk bahas tubuhnya dan tentu bahasa serta tutur katanya yang rendah hati.

 

Penulis adalah Koordinator Solidarity For Human Rights (SA-HAM) dan bekerja di Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara.

sumber http://politik.kompasiana.com/2012/08/17/mesin-game-jokowi-vs-mesin-partai-foke/

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on Agustus 16, 2012, in copy paste 17 agustus 2012. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. dalam putaran pertama kemarin rakyat sudah menyatakan ingin perubahan, mari kita tunggu di putaran kedua nanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: