Jokowi Menang Bukan Karena PDIP

JAKARTA, PESATNEWS – Tokoh senior PDI Perjuangan (PDIP), AP Batubara, mengaku bahwa kader PDIP yang jadi calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menang di putaran pertama bukan karena PDIP. Tapi karena dipilih rakyat Jakarta yang memang menginginkan perubahan dan bosan dengan pemimpin sekarang.

“Saya melarang orang PDIP ngomong bahwa Jokowi menang karena PDIP ataupun Megawati. Sebab, Jokowi menang itu karena dipilih rakyat Jakarta yang lihat kejujuran calon pemimpinnya. Partai itu tidak bisa mempengaruhi rakyat,” tegas AP Batubara kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/9).

Sesepuh Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP ini tidak takut meski Jokowi dikeroyok partai-partai ‘gajah’ yang mendukung calon incumbent Fauzi Bowo (Foke).  “Itu gajah ompongyang hanya membawa gerbong kosong, karena rakyat sekarang kritis tak mau ikuti pimpinan partai yang bermain untuk kepentingan sendiri,” tuturnya.

“Buktinya, calon dari partai besar pada putaran pertama pilkada DKI kalah. Kalau rakyat ikuti partai, berarti Jokowi bukan pemenangnya,” ungkap dia pula.

AP Batubara menilai, koalisi partai, bukan koalisi rakyat. Yang memilih itu rakyat, bukan parpol. “Yang memilih calon gubernur DKI itu rakyat yang ingin perubahan. Apalagi berdasar temuan PPATK sekarang pemerintah Jakarta adalah provinsi terkorup urutan teratas,” tandas penasihat politik Megawati Soekarnoputri ini .

“Meskipun calon obral janji, rakyat tidak gubris. Jangankan janji sama rakyat, calon pejabat yang janji sama istrinya saja belum tentu dipenuhi. Jakarta kok banjir, macet serta pendidikan dan kesehatan mahal. Rakyat juga sudah jenuh lihat gaya pejabat. Sedangkan Jokowi gaya merakyat,” tambahnya.

Ia pun yakin golput sekitar 30 persen pada putaran pertama pilkada DKI adalah karena rakyat pemilih sudah bosan sama Foke, tetapi di sisi lain mereka masih ragu sama calon-calon lainnya. Namun, sekarang mereka melihat suara batin (hati nurani) rakyat dulu.

“Setelah melihat Jokowi unggul di putaran pertama, mereka yang golput dulu akan mencoblos Jokowi di putaran kedua. Karena mereka ingin perubahan dan sudah yakin bahwa Jokowi didukung rakyat, bukan didukung partai-partai yang kini banyak terlibat kasus korupsi,” paparnya.

Diingatkan pula, kalau Gubernur Foke sekarang meresmikan pameran-pameran pembangunan di mall-mall DKI, itu sudah terlambat. Kenapa lima tahun dulu tidak membenahi Jakarta sesuai obral kampanyenya dulu yang bilang soal Jakarta ‘serahkan pada ahlinya’.

Soal maraknya kampanye  SARA, AP Batubara menegaskan, negara kita dasarnya masihPancasila. “Kalau kubu calon gubernur ngomong atau kampanye SARA, gak pantas jadi gubernur. Apalagi, ibukota jadi contoh NKRI. Memangnya Islamnya Foke lebih bagus dari Islamnya Jokowi apa? Kan Allah yang tahu. Kampanya SARA itu terjadi kemunduran, tak ada kemajuan berdemokrasi,” tandasnya.

“Kalau mau kotbah SARA di ruang tertutup, boleh saja. Jangan ngomong SARA di depan publik secara terbuka dan disebarkan media massa. Kalau SBY diam saja berarti membiarkan pelanggaran terhadap Pancasila. Jangan-jangan SBY sudah lupa Pancasila, karena sekarang ini negara berdasar liberalism atau neolib,” lanjut ketua umum Yayasan Proklamasi 17 Agustus 1945 ini.

AP Batubara meminta hentikan ‘kampanye’ SARA. “Agama itu keyakinan individu. Politik itu urusan duniawi, jangan mengusik agama urusan akherat. Kalau kubu Foke mengajak mencoblos calon yang agamanya sama, itu bukan Pancasilais. Kita tidak mau gara-gara Pilkada, Pancasila rusak. Jika tidak menyadari, berarti sama dengan PKI yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan,” tuturnya.

“Saya saja marah kalau di gereja ada pendeta yang menyerukan untuk memilih calon sesuai agama. Pilkada urusan politik, jangan bawa-bawa agama. Kalau di tempat ibadah itu untuk bertobat urusan akherat, jangan dicampur urusan duniawi,” imbuhnya.

Soal Anas Urbaningrum memimpin rapat anggota DPR dari Partai Demokrat untuk memenangkan Foke-Nara, menurutnya, silakan saja. “Anggota DPR itu jumlahnya berapa, dan rakyat tidak akan bisa dipengaruhi untuk coblos calon tertentu. Apalagi, rakyat Jakarta itu cerdas dan kritis. Mereka ingin perubahan, bosan dengan kepemimpinan yang sekarang. Apalagi, Anas terjerat dugaan korupsi,” ujar AP Batubara. [tar/pn]

sumber http://pesatnews.com/read/2012/09/08/12035/jokowi-menang-bukan-karena-pdip

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on September 8, 2012, in copy paste 08 September 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: