Sebaiknya Memang Jokowi Menang

Genap sepuluh hari lagi hari keramat itu pun akan tiba. Rakyat DKI akan menentukan siapa Gubernur dan Wakil Gubernur pilihannya untuk periode 5 tahun ke depan. Apakah Anda yang memegang KTP DKI sudah menentukan pilihan dari sekarang? Saya harap Anda sudah melakukannya.

Sayang sekali saya bukan warga DKI, saya berdomisili di Kabupaten Tangerang, kurang lebih 45km dari jantung Kota Jakarta. Jadi maafkan saya yang tidak bisa ikut meramaikan ‘pesta’ demokrasi ini. Saya juga bukan tim sukses Jokowi – Ahok. Saya warga biasa saja. Namun ijinkan saya untuk merangkum fakta dan merangkai asa sembari berharap Anda setuju dan sepaham dengan opini saya yang sederhana.

Kurang lebih dua puluh tahun lamanya saya menghabiskan waktu di kota Sala, orang lebih suka menuliskannya sebagai Solo. Setidaknya saya telah mengalami masa bakti 4 orang Walikota, sebelum akhirnya saya harus meninggalkan Kota Solo tercinta. Dalam kurun waktu dua puluh tahun tersebut, perkembangan Kota Solo seperti berlari di tempat, lambat. Bahkan ada suatu masa, ketika dengan alasan modernisasi, sebuah bangunan peninggalan Belanda berubah menjadi pusat perbelanjaan. Perlawanan tentu saja ada, datang dari para mahasiswa dan elemen masyarakat peduli sejarah bangsa. Namun sia – sia melawan penguasa yang berselingkuh dengan pengusaha.

Masih lekat dalam ingatan, ketika kota yang semula adem ayem, luluh lantak dibakar massa secara sistematis. Di mana – mana asap membumbung menyisakan sesak dan duka nestapa. Tangis pilu warga yang hanya bisa bertanya, mengapa. Konon kabarnya Kota Solo dikorbankan untuk kepentingan elit Jakarta. Tidak peduli derita dan trauma warga, khususnya mereka yang terlahir sebagai etnis Tionghoa.

Tidak gampang membangun kembali sisa puing Kota Solo. Tidak mudah menyatukan kembali rasa kepercayaan antar warga yang telah terkoyak, saat serpihan kemanusiaan telah teronggok di titik nadir yang paling dalam. Namun Jokowi melakukannya.

Jokowi yang semula nyaris bukan siapa – siapa menjelma menjadi sosok pimpinan yang ditunggu semua warga. Jokowi bukan seorang penguasa, beliau benar – benar seorang pemimpin yang tahu bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin yang mengayomi warga, mampu memberikan teladan, dan sekaligus tetap dekat secara fisik dengan rakyatnya.

Duet maut Jokowi – Rudyatmo bahu – membahu meletakkan kembali landasan spiritual dan budaya adiluhung rakyat Jawa. Tujuannya hanya satu, memberikan arah yang jelas kemana sebuah kota akan dibangun di masa depan, sekaligus membangun kembali peradaban yang pernah binasa.

Kota Solo pun menggeliat, berbenah, dan terus membangun. Pelangi pun menampakkan diri menggantikan mendung yang senantiasa menggantung.  Solo, The Spirit of Java, mulai mengepakkan sayapnya, terbang melanglang buana seantero dunia. Membisikkan nada merdu tentang indahnya budaya tanah Jawa.

Kota yang dulunya muram dan tidak aman mulai bertransformasi menjadi kota yang ramah bagi warganya. Banyak ruang publik dibuka sebagai tempat segenap warga bercanda tawa. Kebersihan dan ketertiban bukan lagi barang dagangan oknum Pemkot. Warga disadarkan bahwa mereka sendirilah yang pada akhirnya harus mengambil peran, menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan lingkungan terdekatnya.

Seluruh warga Kota Solo seharusnya bersedih saat ini. Mungkin saja banyak yang berharap cemas atau bahkan mendoakan agar Jokowi tidak lolos menjadi Gubernur DKI. Cinta memang kadang buta.

Anda yang saat ini warga Jakarta, tidakkah Anda merindukan bapak warga? Seorang bapak yang mengayomi seluruh kepentingan warga? Bapak yang rela berjuang tanpa pamrih agar anak – anaknya dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi dewasa? Bapak yang tidak peduli betapa kurus badannya saat ini?

Tidakkah warga Jakarta mendambakan kota yang ramah terhadap warganya? Kota yang bersih dan beradab. Kota besar yang meski macet namun ada pilihan bebas untuk menggunakan moda transportasi massal yang nyaman dan aman. Tidakkah itu menggiurkan?

Fakta saat ini, Jokowi – Ahok dikeroyok sejumlah partai besar dan beberapa organisasi berbasis kesukuan serta agama. Apapun motifnya, mereka tidak mau Jakarta dipimpin oleh pemimpin yang telah terbukti bersih. Tapi benarkah omongan elit partai itu adalah sikap kebanyakan warga Jakarta? Sungguhkah warga Jakarta yang beraneka ragam suku bangsa rela tunduk kepada pimpinan yang mengingkari fakta betapa beragamnya rakyat Jakarta?

Maka janganlah Anda biarkan segala omong kosong itu menang. Siapkan diri Anda pada tanggal 20 September 2012 kelak. Tentukan pilihan dari sekarang. Biarkan semangat Jokowi mengubah wajah Jakarta, meski pelan namun pasti, menjadi sesuatu yang lebih berarti. Tunjukkan bahwa pengorbanan warga Solo tidak sia – sia!

Jika semangat Jokowi hadir di Jakarta, bukan tidak mungkin segenap rakyat Indonesia akan mulai mengerti bahwa sejatinya Jokowi-lah sosok pimpinan yang selama ini dicari. Selanjutnya rakyat akan semakin berani menghadirkan Jokowi – Jokowi baru di daerahnya masing – masing. Dan pada akhirnya, bangsa ini pun akan dengan sendirinya dipimpin oleh seorang yang berkepribadian sama dengan Jokowi. Seorang pimpinan yang tetap rendah hati, jujur, pekerja keras, pengayom rakyat, dan sekaligus tegas kepada segala ketidakberesan.

Majulah bangsaku, majulah negeriku!

sumber http://politik.kompasiana.com/2012/09/10/sebaiknya-memang-jokowi-menang/

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on September 11, 2012, in copy paste 11 September 2012. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Kami butuh pemimpin yang sederhana dan enerjik…. JOKOWI-AHOK…..Pasti bisa…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: