Canda Nara Berujung SARA

Jakarta – Penyataan bernada SARA kembali terlontar dari mulut calon wakil gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Nachrowi Ramli (Nara). Dalam cara debat kandidat putaran dua Pilkada DKI, pendamping Fauzi Bowo (Foke) itu mempercandai sang rival, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan identitas Tionghoa.

“Haiyah, Ahok, haiyah,” ujar Nara saat itu. Sontak, wajah Ahok pun terkejut dengan canda purnawirawan TNI itu. Tak sampai di situ, Nara kembali menyeletukan candaannya, “Kita kan sodala ya, sodala.”

Apa yang dilakukan Nara itu, dinilai Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menilai ada unsur kesengajaan mengedepankan isu SARA. Bahkan candaan itu dianggap sebagai strategi komunikasi kader Partai Demokrat itu.

“Unsur kesengajaan lebih kental, karena dalam benar Nara. Menurut saya sudah ada persepsi itu, ini kan kejadian kedua setelah Nara menyebut Ahok, sebelumnya dalam debat pertama. Strategi komunikasi memang telah disiapkan,” ungkap Manajer Pemantauan JPPR Masykurudin Hafidz kepada CentroOne.Com di Jakarta, Senin (17/9/2012).

Ia menjelaskan, mengapa ucapan itu bagian dari strategi komunikasi, karena ucapan itu menegaskan identitas Ahok sebagai warga Tionghoa, yang merupakan kelompok minoritas di DKI Jakarta.

“Pilihan ‘Haiya Ahok’ itu memang sangat strategis untuk menunjukkan identitas itu. Sepertinya Nara sedang menegaskan identitas Ahok bahwa dia adalah Tionghoa dihadapan publik, agar dengan begitu dapat meraih sentimen mayoritas dan menghindari memilih yang minoritas,” katanya.

Tindakan Nara itu juga berpotensi mengalihkan pemilih untuk datang ke TPS. Meskipun tidak menjamin suara pemilih akan bergeser dari mendukung Foke-Nara menyebrang ke pasangan Jokowi-Ahok. Justru yang ditakutkan bertambahnya jumlah pemilih yang golput.

“Memang tidak signifikan, bahkan bisa membuat pemilih mengalihkan pilihan atau bahkan tidak datang ke TPS. Ini sebagai ancaman loh, bisa-bisa beralih dari yang tadinya memilih, bisa jadi tidak memilih lagi,” tambah Masykur.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti, Candaan Nara itu potensial melanggar dan menjadi domain Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI untuk menelusurinya. Terlepas dari melanggar atau tidak, paling tidak Panwaslu DKI harus mampu menjaga kualitas demokrasi dalam penyelenggaraan Pilkada DKI 2012.

“Ini terkait kinerja Panwas DKI. Panggilan yang berkonotasi pada ketidakhormatan harus segera diingatkan. Tak selalu soal melanggar atau tidak. Menjaga kualitas demokrasi agar tak sampai pada derajat rendahan merupakan kewajiban penyelenggara Pilkada,” tegas Ray kepada CentroOne.com di Jakarta.

Menurutnya, Panwaslu DKI harus mengambil tindakan, karena kalau hanya menunggu laporan masuk diyakini berpotensi pembiaran dan bisa marak ke depannya. Mengingat waktu pencoblosan tinggal menghitung hari, maka Panwas harus mengambil langkah tegas, terhadap tindakan yang berpotensi menyudutkan dan diskriminasi.

Ray menilai, tindakan Nara itu negatif, yang mampu mengurangi jumlah dukungan suara pada pencoblosan 20 September mendatang. Bahkan lebih parahnya, berpeluang menciptakan pemilih golput di putaran dua mendatang.

“Iya. Potensial ke golput. Justru langkah Nara itu negatif yang akan menjauhkan pemilih Jakarta. Jelas ini pengaruh ke jumlah dukungan pasangan Foke-Nara,” imbuhnya.

Reporter: Dominicus Alvin – Editor: Raden Trimutia Hatta

sumber http://news.loveindonesia.com/en/news/detail/75196/canda-nara-berujung-sara

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on September 17, 2012, in copy paste 17 September 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: