Menanti Kemenangan Protes Rakyat

Oleh : Arfanda Siregar. Dunia maya dihebohkan dengan munculnya video berjudul “Jokowi dan Basuki-what makes you beautiful by one direction ” disitus YouTube. Video yang diperankan oleh empat anak muda itu bertutur tentang kegetiran hidup di Ibu Kota.
Sejak diunggah 25 Agustus 2012 lalu, video berdurasi 3.22 menit ini sudah ditonton lebih dari 780 ribu kali. Hingga Senin (3/9/2012) telah 14.543 orang mengaku suka dengan video ini.

Hebatnya, video tersebut bukan buah karya tim sukses Joko Widodo (Jokowi). Karya itu asli dari simpatisan yang memiliki akun CameoProject. Menurut pengakuannya, video tersebut dirilis tidak untuk mengampanyekan Jokowi, namun sebagai curahan hati sekelompok simpatisan yang mewakili manusia yang rindu perubahan di Jakarta.

Entah benar atau tidak pengakuannya, yang jelas Jokowi telah diuntungkan oleh para relawan seperti pengunduh video tersebut. Paling tidak, sejuta pengunduh video tersebut akan mendapatkan pencerahan atas kondisi Jakarta, berpotensi melabelisasi pentahana dengan image miring, dan kemudian mencari alternatif kandidat yang properubahan.

Kenyataannya, orang- orang yang seperti CameoProject tidak hanya satu, beribu, bahkan beratus ribu orang Jakarta secara langsung maupun tidak langsung menjadi juru kampanye Jokowi. Mereka bergerak sebagai relawan Jokowi tanpa menunggu komando dan suplai dana.

Coba saja lihat para penyiar televisi dari berbagai stasiun televisi yang menggunakan baju kotak-kotak khas Jokowi ketika memandu acara televisi. Juga, coba sekali-kali membaca tulisan kolumnis di media massa, banyak berisi harapan terjadi perubahan kepemimpinan di DKI Jakarta. Dan jangan lewatkan status para pengguna facebook dan twiter belakangan ini, Anda pasti membaca lebih banyak status yang mendukung Jokowi ketimbang mempertahankan Fauzi Bowo (Foke).

Mereka yang diam-diam menjadi tim sukses Jokowi tersebut sama sekali tidak diperhitungkan oleh berbagai lembaga survai menjelang Pilkada babak pertama lalu, sehingga hasil survai perkiraan Pilkada DKI meleset jauh. Dominasi Foke seperti hasil survai beberapa lembaga ternyata jauh panggang dari api. Malah Jokowi yang unjuk gigi menjadi pemenang putaran pertama dengan perolehan suara mencapai 43 persen. Sementara itu, Foke harus puas diurutan kedua dengan perolehan suara hanya 34 persen.

Padahal, sebelum hari H pelaksanaan pilkada DKI, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan hasil surveinya terhadap para pasangan cagub-cawagub, yang dilaksanakan diantara tanggal 22-27 Juni 2012. Survei yang dilaksanakan  kepada 450 responden, memperkirakan peroleh suara Foke sekitar 43,7 persen, dengan margin of error survei 4,8 persen, multi stage random sampling, di mana seluruh pemilih Jakarta dipilih secara acak.

Urutan kedua ditempati pasangan Jokowi, dengan dukungan hanya sekitar 14.4 %. Sementara empat pasangan lain hanya memperoleh dukungan di bawah 10 %, bahkan ada yang di bawah 5 % dan terdapat 29.7 persen yang masih merahasiakan pilihannya (undecided voter).

Ternyata, pada hari H pemungutan suara, angin condong ke kubu Jokowi. Pemilih yang masih ragu-ragu melabuhkan pilihannya kepada Bupati Solo yang sedang mempertaruhkan keberuntungannya di belantara ibukota itu. Para pemilih yang belum menentukan pilihannya di tambah dengan pemilih Golput menjadi kunci kemenangan Jokowi pada babak pertama Pilkada DKI.

Undecided voters terdiri dari penduduk Jakarta yang merasakan pembangunan Jakarta selama ini tak menyelesaikan persoalan krusial Jakarta. Mereka merasa kecele karena tak merasa Foke adalah ahli seperti yang digadang-gadang pada kampanye Pilkada 2008. Undecided voters berasal dari protest voters (pemilih protes) yang selama ini tidak percaya lagi dengan kepemimpinan sekarang. Daripada menyerahkan lagi Jakarta kepada pemimpin yang terbukti gagal melepaskan Jakarta dari kemacetan, kebanjiran, premanisme, dan kesemrautan pembangunan, lalu protes menolak kembali incumbent berkuasa.

Dan jika pilihan itu akhirnya jatuh kepada Jokowi bukan berarti karena beliau dianggap lebih mampu. Apalagi fakta membuktikan Kota Solo termasuk daerah yang mempunyai kantong kemiskinan tertinggi di Indonesia. Selama periode 2009-2011 angka kemiskinan di Solo berdasarkan laporan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPD) meningkat sampai 30%.

Mereka cenderung memilih Jokowi yang menurut informasi merupakan walikota yang juga terkenal berani protes kepada hegemoni pemerintah di atasnya. Ingat, bagaimana Jokowi melawan kebijakan Gubernur Jawa Tengah yang berencana membangun mal di lokasi bekas pabrik es Saripetojo. Persengketaan keduanya benar-benar memuncak sampai Bibit kehilangan kesabaran dan secara terbuka di depan publik memaki Jokowi sebagai “bodoh”.

Memasuki babak final Pilkada DKI Jakarta yang pelaksanaannya tinggal menghitung hari. Protest voters yang akan mendukung Jokowi akan kian bertambah dan menguat. Logikanya mudah saja. Pertama, pendukung Jokowi pada babak pertama akan kian gencar mengampanyekan Jokowi karena merasa misi mereka terganjal oleh regulasi yang mensyaratkan dukungan 50 persen plus 1.

Kedua, bertambahnya dukungan partai kepada Foke, terutama setelah PKS dan Golkar berkoalisi mendukung Foke justru melambungkan popularitas Jokowi. Sekarang persoalannya bukan sekadar memilih Gubernur Jakarta. Pilkada babak ke dua ini telah menjadi pertarungan kekuatan rakyat melawan hegemoni parpol yang citranya kian tergerus di mata rakyat. Bukan tak mungkin, mereka yang babak pertama memilih Golput akan menambah pundi-pundi suara Jokowi.

Ketiga, kampanye Foke yang begitu dominan, bahkan disinyalir menggunakan isu SARA dan didukung penuh oleh tokoh agama, nasional, hingga pejabat negara justru menambah protes rakyat. Orang Indonesia yang melankolis, cepat merasa iba kepada tokoh yang dinistakan, dan dikeroyok ramai-ramai. Ini ibarat film laga, sejelek apapun nasib anak mudanya, tetap mendapat simpati penonton.

Keempat, selama masa kampanye, Jokowi bisa jadi diuntungkan oleh sikap Foke yang kurang dialogis dan cenderung dingin kepada konstituennya. Rakyat Jakarta sebenarnya bisa diambil hatinya kalau Foke lebih terbuka dan dengan tangan terbuka mengakui kelemahannya selama memimpin Jakarta. Tapi, faktanya tidak demikian. Foke malah bersikeras mengklaim Jakarta kian bertambah baik selama kepemimpinannya.

Jika analisa ini benar, maka pilkada DKI Jakarta ini bukan sekadar melibatkan Jokowi dan tim suksesnya. Pilkada DKI telah melibatkan seluruh rakyat rakyat Jakarta yang protes terhadap kepemimpinan Foke. Mereka bukan sekadar menjadi konstituen biasa, tapi telah menjadi tim sukses yang siap memenangkan simbol protes rakyat terhadap hegemoni penguasa, seperti halnya pembuat tayangan video “Jokowi dan Basuki-what makes you beautiful by one direction” itu.***

Penulis adalah Dosen Politeknik Negeri Medan/Direktur Lembaga Penelitian Agama dan Sosial (Lepas)/Pernah Kuliah di UI dan SMA Negeri 61 Jakarta.

 sumber http://www.analisadaily.com/news/read/2012/09/19/75314/menanti_kemenangan_protes_rakyat/#.UFiSA7LN8r0

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on September 18, 2012, in copy paste 18 September 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: