Kalla: Jadi Gubernur Jakarta Tak Susah-susah Amat

TEMPO.COJakarta – Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, memberi saran untuk warga Jakarta yang akan memilih calon pemimpin dua hari lagi. “Kita minta pemimpin yang mau mendengarkan orang lain, mendengarkan rakyat,” ujarnya dalam sarasehan bertajuk ”Kita Butuh Pemimpin yang Bekerja” di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 18 September 2012.

Ia mengatakan seorang pemimpin jangan hanya mendengarkan dirinya sendiri. “Kalau begitu, nanti apa yang dilakukannya dirasa benar semua,” ujarnya. Seorang pemimpin disebutnya harus juga mendengar orang-orang sekitar, termasuk wakilnya.

Dalam ceramah politiknya ini, ia menegaskan, Joko Widodo adalah salah satu pemimpin yang mau mendengarkan rakyat. “Artinya ada keinginan untuk memperbaiki,” kata Kalla yang hadir mengenakan batik berwarna kuning.

“Jadi Gubernur Jakarta sebenarnya tak susah-susah amat,” ujarnya. Menurutnya, pemimpin hanya perlu bisa memberi rasa nyaman dan aman pada masyarakatnya. Pemimpin juga dituntut mampu membuat warganya bekerja secara efektif dan produktif.

Secara spesifik, empat faktor itu tergambar dari situasi jalan di Jakarta. “Macet harus diatasi, Jakarta termasuk kota di mana penduduknya lebih banyak menghabiskan waktu di jalan,” ujarnya.

Seorang pemimpin, kata Kalla harus mampu menyediakan layanan transportasi publik yang aman dan nyaman agar penggunaan kendaraan pribadi beralih. Hal tersebut bisa efektif untuk mengurangi kemacetan serta pekerjaan lebih produktif karena waktu digunakan secara efisien.

Kalla juga menyatakan seorang pemimpin mampu menciptakan sebuah kota yang baik dan bisa menempatkan warga yang mampu di luar pusat kota dan yang tak mampu di pusat kota. Ini disebutnya sebagai bentuk pelayanan bagi rakyat. “Jangan bagi yang tak mampu, selain waktu, gaji juga habis di jalan,” katanya.

Kalla mengatakan, untuk memperbaiki layanan publik di Jakarta, tidak perlu seorang doktor lulusan Jerman. Menurutnya, doktor lulusan Makassar pun paham jika bisa bekerja secara maksimal.

Acara sarasehan ini digelar oleh Komunitas ProJakarta (bagian dari Perhimpunan Profesional Indonesia) di rumah Mooryati Soedibyo. Keduanya secara terang-terangan mendukung langkah Jokowi untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta.

M. ANDI PERDANA

sumber http://pilkada.tempo.co/konten-berita/pilkada_dki/2012/09/18/430256/Kalla-Jadi-Gubernur-Jakarta-Tak-Susah-Susah-Amat

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on September 19, 2012, in copy paste 19 September 2012. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Misalnya : SBY mati keracunan, trus Jokowi mati dikeroyok orang2 Betawi ; menurut undang2 yang berlaku, siapa yang berhak menggantikan mereka berdua ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: