selebaran black campaign marak di hari terakhir

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain melaporkan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara (TPS)2012, Ebed Supardi ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, tim advokasi Jakarta Baru juga melaporkan temuan-temuan berbau Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

“Semalam juga ditangkap oleh relawan kami, saudara Ucok Lubis, di Matraman. Dia tertangkap oleh relawan kami sedang membagikan selebaran berbau SARA yang mendiskreditkan etnis tertentu. Ucok kini diperiksa di Polda Metro Jaya dalam waktu 1×24 jam,” kata Tim Advokasi Jakarta Baru Sirra Prayuna di Kantor Panwaslu DKI, Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Selain itu, tim advokasi Jakarta Baru juga menemukan selebaran yang mengatasnamakan Baitul Muslim. Selebaran itu memutarbalikkan pernyataan Baitul Muslim  mengenai tidak diharamkannya memilih pemimpin tidak seiman.

“Kami juga menemukan selebaran-selebaran. Mereka mengatasnamakan Baitul Muslim yang juga merupakan sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),” kata Sirra.

Selain ketiga temuan itu, Sirra juga mendapat pesan singkat yang berisi intimidasi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta besok. Namun, pesan singkat ini, menurutnya masih belum ditelusurinya dan belum bermaksud untuk dilaporkan.

“Saya dapat SMS, yang isinya kira-kira begini, ‘Ketua RT memberikan kartu suara ke rumah, nanti tanggal 20 September untuk pilih Foke-Nara bahkan semua surat suara sudah dicoblos salah satu calon,” ungkap Sirra.

Sirra berharap Panwaslu DKI dapat menindaklanjuti laporan dengan cepat.

“Mudah-mudahan laporan ini bisa ditindaklanjuti dalam waktu cepat, karena banyak persoalan muncul dan berkembang,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Tim Jakarta Baru juga melaporkan Ketua KPPS di Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, yang sedang membagi-bagikan booklet yang mendiskreditkan  calon Gubernur DKI, Joko Widodo.

Ketua Panwaslu Ramdansyah menyatakan, untuk laporan mengenai keterlibatan Ketua KPPS, pihaknya telah menyurati Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Surat tersebut berisi meminta KPU DKI non-aktifkan sementara Ketua KPPS bernama Eben itu. Hal itu dilakukan agar memudahkan pihaknya melakukan pemeriksaan.

“KPPS itu bagian KPU, jadi termasuk melanggar kode etik,” kata dia.

Sementara untuk dua laporan lainnya, pihaknya akan melakukan kajian dan merekonstruksi fakta peristiwa-peristiwa tersebut.

Editor :
Ana Shofiana Syatiri

About Ridwan Garcia

Dalam hidupku hanya ingin melakukan yang terbaik buat diriku dan orang lain. melakukan yg terbaik itu tujuanku. Cukup banyaak juga tulisan tulisan ku di dunia maya, yg memang sengaja aku kumpulkan dalam satu website , apa yg aku tulis semoga akan bermanfaat banyak buat orang banyak dan khususnya untuk dunia maritime indonesia, aku adalah seorang pelaut. yg selalu berlayar jauh dari indonesia. karena kecintaan ku terhadap dunia maritime jika ada waktu luang aku selalu ingin menuangkan ide ide atau pengalamanku untuk membantu rekan rekan pelaut. dan ku harapkan sharing dan info yg kutulis bermanfaat buat rekan rekan pelaut indonesia. dunia maritime kita kekurangan banyak buku buku dalam terjemahan indonesia. semoga ke isengan ku ini bermanfaat buat orang banyak. salam Ridwan Garcia/ http://infokapal.wordpress.com/

Posted on September 19, 2012, in copy paste 19 September 2012. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: